Aksi Nyata Lurah Rappokalling Turun Langsung Menyapa Warga Senyum di Balik Pintu
GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM MAKASSAR —— Langkah kaki Lurah Rappokalling tidak melambat. Di tangannya, bukan membawa berkas administrasi yang ia bawa, melainkan kantong-kantong berisi bahan pokok,” derap langkah kaki bersama RT/RW, di lorong-lorong Kelurahan Rappokalling sudah terdengar lebih sibuk dari biasanya,” bukan sekadar urusan administrasi yang dibawa, melainkan sebuah misi kemanusiaan yang hangat Kamis 30 April 2026.
Lurah Rappokalling Ismail Ilho, S.Sos bersama staf kelurahan,” serta beberapa ketua ORW/ORT,” salah satunya dari ketua RT/RW.O3/02.yakni Ronni Risaldy,” tidak sedang duduk di balik meja kayu jati atau mendinginkan diri di bawah embusan AC kantor. Sebaliknya, dengan seragam yang mulai basah oleh keringat, ia terlihat menyusuri labirin gang,bersama staf dan beberapa RT/RW, setempat menenteng paket-paket berisi bahan pangan berisi Beras, Minyak Goreng, Terigu dan Gula Pasir
Aksi turun langsung ke lapangan ini memang menjadi ciri khas sang Lurah. Ia percaya bahwa data di atas kertas seringkali tidak menceritakan realita yang sebenarnya. Dengan menyusuri lorong-lorong sempit Rappokalling, ia bisa melihat langsung siapa yang sedang berjuang melawan sakit menahun, siapa lansia yang hidup sebatang kara, dan apa saja bantuan yang paling mendesak dibutuhkan oleh mereka.
Ia sedang melakukan apa yang sering disebut warga sebagai “jemput bola” nurani.” Bagi warga lansia dan mereka yang sedang terbaring sakit,
Lurah Rappokalling,” Ismail Ilho, S.Sos Memahami kendala fisik dan kondisi kesehatan warganya, memilih untuk membalik logika pelayanan jika warga tak bisa datang kepada pemimpinnya, maka pemimpinlah yang harus mengetuk pintu rumah mereka.” Lebih dari Sekadar Sembako
“Ini bukan soal nilai barangnya, tapi soal rasa dihargai,” bisik salah seorang warga yang menyaksikan aksi tersebut.
Memang benar, paket pangan yang dibagikan adalah penyambung hidup, namun kehadiran sang Lurah secara langsung memberikan obat mujarab yang lebih kuat
Pengakuan bahwa mereka tidak dilupakan. Bagi lansia yang sering merasa terasing di tengah deru modernitas kota, sapaan hangat dan jabat tangan dari perangkat pemerintah adalah bentuk martabat yang dikembalikan.
Dalam setiap kunjungannya, Lurah Rappokalling tidak sekadar memberi dan pergi. Ia menyempatkan diri duduk di samping warga yang sakit, mendengarkan keluh kesah mereka tentang akses kesehatan, atau sekadar menanyakan kabar anak-cucu.

Di momen-momen inilah, sekat antara penguasa wilayah dan rakyat seolah runtuh, berganti menjadi ikatan kekeluargaan yang erat.” Dan menjadikan sebagai simbol kepemimpinan yang melayani warga
Aksi turun langsung ini menjadi OASE di tengah hiruk-pikuk birokrasi. Lurah Rappokalling seolah ingin mengirimkan pesan kuat kepada jajarannya dan masyarakat luas bahwa jabatan adalah alat untuk melayani, bukan untuk sekadar memerintah.
Distribusi sandang dan pangan ini bukan sekadar program rutin, melainkan manifesto kepedulian. Di lorong-lorong Rappokalling hari ini, warga tidak hanya melihat bantuan fisik yang lewat, tapi mereka melihat kehadiran negara dalam bentuk yang paling tulus,yakni kepedulian yang menyentuh lantai-lantai rumah warga yang paling sederhana.
Langkah sang Lurah mungkin terasa lelah, namun senyum di wajah-wajah senja para penghuni Rappokalling adalah energi yang tak akan habis. Karena pada akhirnya, sebuah wilayah tidak dibangun hanya dari beton dan aspal, melainkan dari seberapa besar perhatian yang diberikan kepada mereka yang paling rentan.
Rappokalling hari ini memberikan pelajaran berharga: bahwa kepemimpinan sejati selalu dimulai dari langkah kaki yang bersedia menginjak debu lorong demi mengatahui dan menemui kebutuhan masyarakat
Laporan dipublish tim red Arya

