SPBU 74.908.82 Soppeng: Diduga Ada Indikasi Jaling Kerjasama Mafia BBM Suplayer Solar Subsidi ke Mobil Kijang,Tertangkap Kamera, Karyawan Isi Puluhan Jerigen
SOPPENG SULSEL GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM —– Aktivitas di SPBU 74.908.82 Jl. Kemakmuran, Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata,Kabupaten Soppeng kembali menjadi sorotan publik setelah rekaman video menampilkan seorang karyawan tengah mengisi puluhan jerigen berisi solar subsidi ke dalam sebuah mobil Kijang.Senin 08 Nopember 2025
“Peristiwa ini terjadi pada minggu (07/12/2025) sontak menimbulkan pertanyaan besar tentang siapa pelaku, apa motifnya, serta bagaimana praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi ini dapat terjadi secara terang-terangan.
Dugaan penyimpangan ini terungkap ketika warga merekam langsung proses pengisian jerigen yang dilakukan di area SPBU. Dalam video tersebut terlihat jelas karyawan SPBU melayani pembelian yang membawa banyak jerigen, sesuatu yang seharusnya dilarang sesuai aturan penyaluran BBM subsidi.
Dalam Surat Edaran Nomor 0013.E/10/DJM.O/2017 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral perihal Ketentuan Penyaluran BBM Melalui Lembaga Penyalur dijelaskan bahwa Penyalur Retail (SPBU) hanya dapat menyalurkan BBM kepada pengguna langsung dan tidak dapat menyalurkan BBM kepada pengecer.dan Penimbung
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), kepada CNBC Indonesia, “UU Migas sangat jelas dan tertulis ada sanksi pidana bagi Setiap SPBU terkait yang menyalahi Aturan dan ada Konsekuensi yakni sangsi penutupan usaha

Warga yang merekam mengungkapkan bahwa kejadian semacam ini bukan pertama kali terjadi, sehingga menimbulkan dugaan adanya praktik terorganisir.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa mobil Kijang yang digunakan diduga ada beberapa jerigen diatas mobil untuk menampung banyak jerigen berisi solar bersubsidi, sehingga dapat membawa jumlah solar subsidi dalam volume besar.
Aktivitas ini diduga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan penampungan ilegal atau penjualan kembali dengan harga lebih tinggi. Meski demikian, belum ada keterangan resmi dari pihak SPBU ataupun aparat terkait mengenai siapa yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Ketua Lembaga Analisis Data Informasi Rakyat Bersama Aktivis,” meminta pemerintah daerah dan aparat kepolisian Polda sulsel dan Polres Soppeng, berharap segera turun tangan untuk menindaklanjuti kasus yang merugikan masyarakat kecil ini.,” Mereka menilai perlu ada pengawasan ketat, termasuk pemeriksaan terhadap manajemen SPBU dan karyawan yang terlibat.

Penertiban dianggap penting agar penyaluran BBM subsidi kembali tepat sasaran dan tidak dijadikan ladang bisnis ilegal oleh pihak tertentu.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pertamina maupun manajemen SPBU 7490882 Soppeng belum memberikan penjelasan resmi atas temuan tersebut.
Publik kini menunggu langkah tegas dari aparat kepolisian diminta untuk mengusut tuntas serta memastikan kejadian serupa tidak terulang. Kasus ini diharapkan menjadi pintu masuk untuk pembersihan praktik nakal yang merugikan masyarakat luas,” Khususnya para mafia BBM
Laporan tim Redaksi
