MAKASSAR SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM ——- Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Gowa Raya kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (10/06/2024).
Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Kader Himpunan Islam Cabang Gowa Raya kali ini membawa enam tuntutan yaitu;
1. Stop Kriminalisasi Aktivis.
2. Stop Komersialisasi Pendidikan.
3. Cabut Kebijakan Tabungan Perumahan Rakyat (TAPERA)
4. Tolak RPP Manejemen ASN.
5. Stop Perampasan Hidup di Papua.
6. Save Palestina.
Unjuk rasa sempat diwarnai dengan aksi panjat pagar yang dilakukan oleh beberapa kader Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Gowa Raya karena kecewa aspirasi mereka tidak segera diatensi oleh Pimpinan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.

Keributan tersebut berhenti setelah massa aksi di temui oleh pihak DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.
Andi Ina Kartika Sari selaku Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menerima tuntutan tersebut dan berkomitmen untuk membawa dan mengawal tuntutan tersebut ke Pemerintah Pusat dan DPR RI.
Setelah tuntutan diterima, massa aksi kemudian bergeser kejalan Sultan Alauddin untuk melanjutkan aksi unjuk rasa sebagai bentuk kampanye kepada masyarakat Sulawesi Selatan.
Pada saat dikonfirmasi, Nawir Kalling, Ketua Umum HMI Cabang Gowa Raya mengatakan bahwa tuntutan yang mereka bawa hari ini merupakan masalah yang harus menjadi sorotan seluruh masyarakat Indonesia.
“Tuntutan kami ini mesti menjadi perhatian bersama seluruh masyarakat. Sebab efeknya akan terasa 5-10 tahun kedepan apabila TAPERA dan RPP manajemen ASN terus berlanjut. Masyarakat akan merasakan dampak yang signifikan. Pungutan pajak akan terus meningkat melalui TAPERA. Jika RPP manajemen ASN disahkan, maka akan membuat ruang yang harusnya diisi sipil terancam diisi dari unsur TNI-POLRI. Aktivis mudah untuk dikriminalisasi, masyarakat dirampas hidupnya dan harus menanggung dampak kerusakan lingkungan hidup, akses pendidikan tidak berkeadilan dan semakin dikomersilkan”, ungkapnya.
Selain itu, isu internasional jg dibawa oleh HMI Gowa Raya yaitu Duka kemanusiaan yang terjadi di Palestina juga disuarakan.
“Kami juga tetap memberi perhatian pada saudara kita di Palestina. Mereka bukan lagi menghadapi perang semata. Tetapi menghadapi genosida, kejahatan atas hak-hak kemanusiaan mereka. Oleh karena itu, sebagai organisasi perjuangan, Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Gowa Raya akan terus mengawal polemik keummatan dan kebangsaan”, tutupnya.
Setelah berlangsung hingga ba’da isya massa aksi kemudian membubarkan diri.
Laporan : Nindar

