MAKASSAR SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM ——– Gelombang Aksi Masyrakat Yang mengatasnamakan Aliansi Suku Makassar Bersatu Menolak THM, W Super Club yang Terletak di(CPI) Centre Point of Indonesia, menuai sorotan dari beberapa Ormas Besar yang tergabung dari beberapa lembaga seni budaya , dalam prihal aksi mereka, mengecam pernyataan Hotman Paris selaku pemilik WSC. Yang Telah melecehkan Kaum Perempuan Makassar, Senin 03 Juni 2024.
Dalam Aksi ini, diiringin dengan Gandrang Bulo Serta Seni Drama Tarian sebagai Simbol perlawanan Tobarania Karaeng Baine yang artinya (Ratu Perempuan Pemberani) bukan wanita sembarangan
Dalam tihtah seorang kaum lelaki, harus mempertahankan 3 hal dari kata TA
1. Takhta artinya kursi kedudukan singgasana bagi seorang penguasa
2. Harta segala yang berhubungan dengan kebendaan yang dikuasai
3. Wanita yang memiliki derajat untuk dipertahankan.
Salah seorang dari ketua lembaga Seni budaya, menyatakan sikap dari Hotman Paris, sangat menyinggung hati masyarakat kota makassar, yang tidak menghargai harkat martabak kaum perempuan makassar, dengan meminta Seribu Wanita Cantik untuk menemanin Berdansa Sampai Akhir Zaman,” ini sangat melecehkan, dan merusak norma norma suku budaya makassar, karena dianggap sebagai kota maksiat
Dampak dari Pernyataan Sikap Yang di Lontarkan Oleh Pengacara Kondang, Hotman Paris, Yang di Siyalir Selaku Pemilik W Super Club, Dalam Bahasanya Sangat Melecehkan Kaum Perempuan Makassar, hingga Memicuh Kericuhan Dan Kegaduhan, ” yang sebelumnya memblokade Jalan dengan menutup ruas jalan didepan kantor gubernur sulawesi selatan, dan Sempat Terjadi Bentrok Saling Dorong Mendorong. Dengan Petugas Satpol PP. Hingga Merobohkan Pintu Pagar Besi Kantor Gubernur Sul Sel
Sikap tegas dalam aksi ini, Meminta kejelasan Pemprov untuk menutup THM dan Diskotik Milik Hotman Paris, agar tidak memberi ruang ijin bisnis apapun bentuk usahanya, karena dianggap tidak pantas

Dalam pertemuan dengan perwakilan ormas, PJ Gubernur Sulsel menyatakan bahwa pihaknya telah mendengarkan aspirasi masyarakat dan sepakat untuk mengeluarkan MOU yang memastikan W Super Club ditutup hingga akhir zaman. Keputusan ini disambut dengan sorak sorai dari para demonstran yang merasa perjuangan mereka membuahkan hasil
Penutupan W Super Club diharapkan dapat menjadi contoh bagi tempat hiburan lainnya di Makassar untuk lebih menghormati nilai-nilai budaya dan agama, Keputusan ini juga diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih kondusif dan harmonis di Sulawesi Selatan,” terangnya
Laporan : (Red/Arya)

