TAKALAR GALUT SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM.—— Klarifikasi hasil Bantahan dari Berita Redaksi media Online, yang diberitakan sebelum’nya.dengan, tajuk judul alur berita, Pelaku Pengrusakan Di Kampung Parang Bontolebang Takalar, Dua Orang di Tangkap Polisi,” Rabu 09/ 08/2923.
Diketahui kejadian ini terjadi,” di Dusun Kampung Parang kelurahan Bontolebang Kecamatan Galesong Utara ( Galut ) Kabupaten Takalar berkisar 5 ;tahun silam pada tgl 9 agustus 2018,
Yang mana sebelum telah ditayangkan oleh media online,” Menurut terduga keluarga pelaku bahwa apa yang diberitakan oleh media tersebut kesan’nya sangat mengada ada, bahkan dalam redaksi berita acara tersebut, tidak benar dengan apa ada’nya,
Adapun kejanggalan dalam berita redaksi tersebut, di,Indikasi secara tidak langsung, diduga telah melakukan pemerasan, dan telah memberi keterangan Palsu, maupun pembohongan publik, menurut’nya semua harta dan barang yang dimaksud hilang, termasuk Emas serta 5 BPKB, motor, dan beberapa Uang, yang diperincikan mengalami kerugian besar dengan berkisar, 800, juta dalam masalah itu,” menurut keluarga yang terlapor,” Hanya akal akalan saja,
Salah seorang keluarga terduga pelaku pengrusakan, memaparkan pada awak media saat disambangi dikediamannya diTabaringan Kelurahan Bontolebang Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan, Mengatakan bahwa musibah ini, dikarenakan dengan istilah, TIDAK MUNGKING ADA ASAP , KALAU TIDAK ADA API

Inseden inipun terjadi secara spontanitas, dimana pada saat sebelum’ kejadian,” akibat adanya persoalan penikaman, dan korban’nya yang diketahui bernama SARIFUDFIN DG SIRUA Korban penikaman yang merupakan warga Tabaringan,” dan mengalami luka serius hingga Kritis pada saat dilakukan perawatan di RS
sedangkan pelaku yang telah menjalani hukuman diketahui bernama SADDAM
Gerakan Spontanitas warga dan kerabat serta keluarga, yang tidak terbendung karena tersulut emosi, hingga terjadi pristiwa pengerusakan, kalaupun ada harta yang hilang, itu tidak benar, sebab kejadian itu, walaupun tidak terpantau, tentu pasti ketahuan, apabila ada Orang mengangkat barang barang,
Kejadianpun sehari setelah musibah penusukan, dan pada saat itu warga juga tanpa komando, tiba tiba berkerumun untuk melakukan penyerangan semua bergerak secara spontanitas karena Korban yang tertusuk dikabarkan sekarat
Adapun desas desus dari warga, sebelum’nya pristiwa terjadi oleh selaku pelapor, memiliki unit kendaraan tanpa dilengkapan dengan berkas berkas surat, di Indikasi Unit motor itu Bodong alias, tanpa tuan

Kronologis ini berawal dari selisi paham pendapat dan mulai cekcok melalui medsos, hingga sampai terjadi saling bertikai dan berakhir dengan penusukan, antara kedua keluarga, yang masih dalam satu ikatan dalam kekeluargaan,
Lanjutnya, akibat dari pertikaian ini, kedua belapihak keluarga saling bermusuhan, tali ikatan persaudaranpun putus dan retak bagaikan serpihan pecahan, kaca, yang menjadikan sebuah penyesalan yang tak berarti,
Sampai berita ini tayang belum ada keterangan dari pihak kepolisian terkait, pristiwa ini
Laporan Crew Git ; Arya

