MAKASSAR SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM ——- Belum Clear Usai masalah, bisnis Pembangunan Jual beli Lapak, berhembus Issu Miring lagi bahwa Area tepi, lokasi disekitar Eks. Kebakaran dijadikan sebagai area pasar tumpah, banyak’nya pedagang musiman yang mengelar buka lapak dilokasi tersebut, tidak menutup kemungkinan, dengan adanya kaki tangan, kepala pasar, yang dil libatkan yakni oleh orang orang tertentu, dengan menyetor upeti setiap pedagang
Bahkan secara terang terangan, seorang pedagang, untuk membayar kepada Oknum kepala pasar, agar tetap menjual dan membuka lapak, Namun pada saat itu Alim Bakrie, selaku kepala pasar, tentunya tidak ingin mengotori, tangannya, hingga mempercayakan, kepada salah seorang, untuk menerimah upeti yang dimaksud,
Salah seorang pedagang pakaian yang tidak ingin dipulikasikan namanya , secara gamblang, mengutarakan, dalam rekaman yang berdurasi, beberapa menit, sangat jelas menyebut satu nama yang dipercaya bisa menangani para pedagang musiman, untuk memetik upeti setiap pedagang, yang mengunakan pelataran eks area kebakaran

Tak main main dengan nilai target upeti, yang diduga pungli, yang harus disetor, selama bulan suci ramadhan, setiap pedagang. yang membuka lapak disekitar lokasi eks kebakaran, sebagai pasar tumpah, yang dikelolah oleh orang orang kepercayaan kepala pasar, sentral,
Lagi dan lagi lahan Fasilitas Umum, digunakan, untuk meraup keuntungan dengan memanfaatkan kewenangan, selaku Kepala pasar
Kepala Bidang Divisi Investigasi dan Monitoring Lembaga Kontrol, Independen Nasional, saat menelusuri, rest area, sambil mengotrol, perkembangan tahap pembangunan lapak, pk 5. yang berada di Jalan Hos Cokro Aminoto, Mengemukakan dari hasil pantauan, bahwa, mereka yang bergerak, adalah para pemain lama, yang memanfaatkan kondisi lahan pemerintah, dan bekerja sama, dengan orang orang dekat dari kepala pasar
Begitupun dengan pembangunan lapak, banyak’nya pedagang yang merasa dirugikan, pasalnya beberapa lapak menjadi ganda nama pemiliknya, hingga menimbulkan kegaduhan antara pedagang

Salah seorang pedagang yang memiliki 3 lapak, berinisial M, mengaku telah diberikan oleh dirut pasar makassar raya, satu diantara’ lapaknya, belum jelas posisinya, pasalnya lapak tersebut, menjadi sengketa, sesama pedagang,
Menurutnya sebelum menjadi masalah lapak yang dimaksud tersebut, di persengkatakan, P.dirut Iksan Abduh sendiri menunjukan lokasinya, miris’nya setelah ditinjau, ternyata, ada pedagang, yang terlebih dulu menguasai lapak itu
Iksan Abduh saat dikomfrimasi, mengenai hal tersebut, dengan sikap cueknya, menyampaikan kepada pemilik yang terlebih dahulu diberikan yakni M,” akan tetapi yang menguasai lapak, itu, adalah Oknum Ketua Non Asosiasi yang berinisial (A),” Jelas ibu M, ini sangat kecewa, karena menurutnya Dirut pasar, tidak punya tanggung jawab, karena tidak komitmen, dan punya pendirian, bahas’nya saja selalu berubah rubah, Ujar M, dengan nada kesal
Lanjutnya bagaimana tidak rancu, kalau pembagian lapaknya tidak serentak dibagikan, kepada para pedagang, para ketua asosiasi dibagikan dihotel, tentu mereka mendapat yang terbaik sementara ,yang pedagang lain, ada yang ditunjukan melalui Denah gambar dikantor, dan kebanyakan orang posisinya sebelum kebakaran, tempatnya sudut, sekarang, tempatnya kasihan, yang tersembunyi karena mereka di permainkan
Dalam hal ini kami mengawakili sebahagian teman teman pedagang, yang kecewa dengan ulah Dirut pasar, dan kepala pasar, serta para ketua asosiasi, agar pihak kejati makassar dan bapak kapolda Sul Sel yang baru Irjen Setyo Boedi Moempoeni, untuk memerintahkan anggotanya agar bekerja secara proaktif, untuk membantu, pedagang dan melakukan pemeriksaan kepada para pelaku, agar persoalan ini, bisa menjadi terang benderang, Pinta Ibu (M.)

Sebelum mengakhiri, (M) dengan tegas menyatakan,” bahwa kami orang pertama yang akan bersaksi, kalau yang terlibat memperjual belikan lapak, semua di periksa, dan diberi sangsi hukum,sesuai dengan aturan yang berlaku.
sampai berita ini dimuat belum ada keterangan lebih jelas dari pihak kepala pasar
Laporan tim Investigasi

