MAKASSAR SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA NEWS.COM —– Kisruh keributan pembangunan lapak PK5. Pasar Sentral dipicuh karna keluar’nya nomor’ lapak baru, yang sudah tidak bisa di ganggu gugat, menurut pedagang yang tidak ingin dipublikasikan namanya, melalui media ini. terlalu banyak, yang monopoli oleh, orang yang tidak bertanggung jawab, Kamis 23/03/2023.
Menurut beberapa pedagang yang kecewa, karena tidak mendapatkan Hak’nya dan berharap kepada pihak yang, berwajib agar turun dan menindak para otak pelaku, yang membisniskan Pembangunan lapak dan berharap, agar memeriksa semua, ketua Asosiasi serta, Dirut PD MAKASSAR RAYA

Pasca dari Inseden yang mengundang keributan ini hingga terjadi penrusakan, karena merasa saling mengklaim lapak tersebut,” Menurut keduanya masing” yang bertikai, ada yang diberikan dari ketua Asosiasi, Ada pula merasa diberi Oleh Dirut Pasar, saat bertemu disebuah Hotel, dari bahasa’nya ini.sampai pedagang menjadi, semakin heran, dan bertanya tanya, ternyata Ooh Ternyata !?
Padahalnya sebelumnya, mereka yang bertikai ini, memprebutkan lokasi yang strategis, ” pernah dalam satu wadah, dengan Asosiasi yang sama ,” Yakni ASPEK 5, entah karena apa !? Mereka bisa saling bertikai, dan nyaris saling adu jotos,

Dari Inseden ini, nyaris mengundang, keributan massa dari beberapa asosiasi yang berada di pasar sentral,
Koalisi Tim Tri 3 di Mensi meminta kepada pihak berwajib, agar pembangunan kios lapak untuk sementara disegel, dengan garis polis line, dan segera mengungkap, dan menindak pelaku yang terlibat di dalam membisnikan Lahan, diatas pemerintah, untuk segera mengambil Alih, dan membagikan kepada semua pedagang yang berhak, dan yang terdampak, didalam musibah kebakaran,

Lanjuutnya, agar dapat Mengatur Ulang pembagian lapak tanpa ada Asosiasi, yang di libatka didalamnya, agar tidak ada lagi oknum yang memonopoli tempat Jual beli lapak pedagang, serta, tidak ada lagi praktek praktek kejahatan, kasihan mereka para pedagang selalu menjadi korban,”
Tdak musibah, tidak asosiasi, pedagang selalu menjadi korban kezholiman, bukannya diperjuangkan anggota, malah hanya selalu mengambil keuntungan dari penderitaan anggotanya, pungkas,nya
Laporan : tim koalisi

