MAJENE SULAWESI BARAT GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM —- Pembangunan proyek Bendungan Kayu angin melalui kementrian pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR) Direktorat Jendral (Dirjen) Sumber daya air balai wilayah sulawesi (BWS) 111
Dibangun 3 tahap yang menelang anggaran sekitar 40 milliar lebih menggunakam anggaran APBN
Tahaf Pertama tahun 2013 untuk pembangunan bendungan tahaf kedua tahun 2014 untuk pembangunan bendungan beton mercu dan tahaf ke 3 tahun 2015 untuk pembangunan jaringan irigasi sistim dengan sistim multiyears contract luar daerah aliran sungai (DAS) 361,72 Kilometer persegi dan panjang sungai utama 42,62 Kilometer.
Bendungan kayu angin merupakan tipe bendungan OGGE Memiliki lebar bendung 83 untuk mengairi sekitar 1221 hettar areal persawahan diwilayah Malunda dengan sekitarnuya.
Ormas Laskar Anti Korupsi Indonesia saat Mengkorpirmasi Kepala Desa Kayu angin M. Yusuf ternyata justru Pak Kades sendiri menyesalkan menurutnya Pembangunan Bendung pada awal pertamanya dibangun sudah dipastikan akan jebol karena Kontruksi bangunannya tidak memakai Paku Bumi atau pancang sebagai hasil
Pengalamannya perna jadi Tukang Batu sebelum Menjabat Kepala Desa.Dikatakan kepada Ormas LAKI seharusnya pembangunan bendungan ini butuh perhatian husus dari semua pihak terutama Stansi yang terkait supaya betul betul turun kelokasi disungai kayu angin melihat kondisi badan sungai kemirinan dari beberapa titik dan kondisi air yang mengalir cepat apalagi kalau hujan tentu lebih keras lagi dan Pak Kades juga mengatakan selama konruksi bangunannya sama waktu pertama dibangun saya katakan disini menghabiskan saja anggaran puluhan milliar buktinya ucap tegas Kades
ini saja bendungan jebol tampah air besar, tidak hujan, cuaca bagus dan saya tidak menerima kalau ada yang mengatakan bencana ,bohong .
Harapannya Pak Kades kepada Ormas LAKI Supaya dilaporkan kepada Dinas yang terkait dengan pemabangunan bendungan ini jangan sampai masuk lagi membangun kalau itu itu saja bangunannya tanpa memakai paku bumi ,
Kami sayangi Masyarakat jangan sampai jadi korban apa lagi sungai tempat mereka mencuci dan mandi. Untung saja waktu jebol sekitar jam satu malam tidak ada masyarakat beraktivitas.
Ketua Ormas DPC Laskar Anti Korupsi (LAKI )Majene Jabal Nur Bersama DPC LAKI Polman Burhanuddin di Prov SulBar Rencana Akan Melaporkan
Untuk membawa kasus ini ke Kejaksaan Agung atau KPK ..diduga pembangunan bendungan ini salah perencanaan atau tidak sesuai bestek sehinggah kerugian negaranya sekitar 40 milliar lebih .
Menurut Ketua DPC LAKI Majene dengan jebolnya bendung kayuangin di Kecamatan Malunda nampak sekali bahwah diduga kontruksi bangunannya menyalahi bestek terbukti Keadaan cuaca sebelum jebolnya Bendung kayuangin tidak berpotensi Banjir.
Diduga adanya bendungan Jebol karena adanya bocoran yang terjadi melalui bawah struktur Bendungan akhirnya menyebabkan kerusakan berupa kroposnya tanah dibawah struktur bendungan dan akan mengakibatkan struktur pecah dan hancur. lagi diduga menyalahi bestek
Laporan : (**/ JBL)

