Skandal Drama Tangki Halima Duta Utama Energi “Kencing Solar Bersubsidi “di Ujung Tol Berakhir Jadi Cuan Gelap
MAKASSAR SULSEL GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM —- Maraknya aksi curang sopir tangki disekitar kawasan Ujung Tanah, bukan lagi pemandangan biasa ,” truk tangki PT Halima Duta Utama Energi yang menepi di bahu jalan tol bukanlah hal yang asing. Namun, apa yang terjadi di balik kabin kemudi pada siang hari itu bukanlah ritual istirahat biasa. Itu adalah aksi Rabu 17/6/2026.
“kencing” solar disiang hari, diselat antara pkl 12 – 35,” sebuah praktik lancung yang kini harus dibayar mahal oleh sang pengemudi
Diujung jalan tol, ujung tanah sebuah truk tangki berlogo PT Halima Duta Utama Energi tampak menepi dengan posisi mencurigakan. Tak ada tanda darurat, tak ada pula kepanikan mekanis. Yang ada hanyalah selang fleksibel yang menjalar dari perut tangki menuju jeriken-jeriken biru yang sudah berbaris rapi.
Aksi ilegal ini akhirnya terendus.,” kecurigaan dengan keberadaan truk yang “parkir manis” di titik rawan tersebut, dari hasil pantauan tim investigasi media nampak jelas, ada aktivitas yang kecurangan,” menyengat bau solar., Sang sopir, sibuk memindahkan komoditas berharga
Aktivitas menguras isi tangki dipinggir jalan dengan menggunakan jerigen yang baru saja disedot dari tangki utama.,” Ini mencederai distribusi energi yang seharusnya sampai ke tujuan,” ungkap salah seorang berada dilokasi kejadian
Distribusi BBM industri. Dengan menyisihkan beberapa liter dari setiap distribusi, para oknum ini meraup keuntungan pribadi di atas kerugian negara dan perusahaan.

Bagi oknum sopir, ini mungkin dianggap sebagai “uang tambahan”, namun bagi PT Halima Duta Utama Energi, citra perusahaan kini dipertaruhkan.”Kejadian di Ujung Tol Ujungtanah ini menjadi tamparan keras bagi manajemen perusahaan transportasi BBM.
Atas dugaan tersebut, masyarakat meminta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), PT Pertamina Patra Niaga, serta aparat penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk menelusuri rekaman CCTV di area SPBU guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran dalam distribusi BBM subsidi.
Kurangnya pengawasan sistem GPS dan segel digital yang digadang-gadang canggih, nyatanya masih bisa dibilang “kalah langkah” dengan kelihaian oknum di lapangan yang memanfaatkan celah waktu dan tempat.
,”Bagi sang pengemudi, “kencing” solar mencari tambahan uang rokok,” Namun dengan cara demikian ada resiko hukum yang dampaknya jauh melampaui harga seliter solar yang ia curi.” dengan cara menepikan Armada di ujung tol,.
Hingga berita ini diterbitkan , belum ada keterangan resmi dari semua pihak terkait dugaan tersebut. Oleh karena itu, seluruh informasi yang beredar masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang.
Laporan dipublish tim red Arya

