Close Menu
GERBANG INDONESIA TIMURGERBANG INDONESIA TIMUR
  • Berita
  • Nasional
  • Politik
  • HUKRIM
  • Peristiwa
  • INFO DESA
  • Olahraga
    • Otomotif
  • ARTIKEL

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Satu Dekade Dalam Penantian Aksi Protes Warga Maros–Pangkep Blokade Jalur Kereta Api, Berujung Memanas Picu Adu Ketegangan, Dengan Petugas

Oktober 28, 2026

Polda Sulsel Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Kobarkan Semangat Patriotisme dan Kepedulian untuk Bangsa

Oktober 28, 2026

Provost Kodim Gowa dibantu warga amankan Granat Tangan di Desa Pannyangkalang

Oktober 28, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Breaking NEWS
  • Satu Dekade Dalam Penantian Aksi Protes Warga Maros–Pangkep Blokade Jalur Kereta Api, Berujung Memanas Picu Adu Ketegangan, Dengan Petugas
  • Polda Sulsel Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Kobarkan Semangat Patriotisme dan Kepedulian untuk Bangsa
  • Provost Kodim Gowa dibantu warga amankan Granat Tangan di Desa Pannyangkalang
  • Anniversary Ke-2 Laskar Borisallo Deppasawi Indonesia Sulsel, Perkuat Persaudaraan dan Kolaborasi Antarormas.
  • Taekwondo Kids Kodim/1421 Pangkep Tampil Gemilang Pada Kejuaraan Sulsel Taekwondo Championship Unhas Cup 2026
  • Di Tengah Proses Hukum, Eks Bupati Gowa Husnia Talenrang Tetap Dikenang atas Pengabdiannya Sebagai Eks kepala Daerah
  • Kabid Humas Polda Sulsel Klarifikasi Dugaan Penipuan Rekruitmen Casis Polri, Tegaskan Laporan Ditangani Profesional
Facebook X (Twitter) Instagram
GERBANG INDONESIA TIMURGERBANG INDONESIA TIMUR
Demo
  • Berita
  • Nasional
  • Politik
  • HUKRIM
  • Peristiwa
  • INFO DESA
  • Olahraga
    • Otomotif
  • ARTIKEL
GERBANG INDONESIA TIMURGERBANG INDONESIA TIMUR
  • Berita
  • Nasional
  • Politik
  • HUKRIM
  • Peristiwa
  • INFO DESA
  • Olahraga
  • ARTIKEL
Beranda » Satu Dekade Dalam Penantian Aksi Protes Warga Maros–Pangkep Blokade Jalur Kereta Api, Berujung Memanas Picu Adu Ketegangan, Dengan Petugas
Peristiwa

Satu Dekade Dalam Penantian Aksi Protes Warga Maros–Pangkep Blokade Jalur Kereta Api, Berujung Memanas Picu Adu Ketegangan, Dengan Petugas

Arieawan AryaBy Arieawan AryaOktober 28, 2026Tidak ada komentar15 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram
Share
Facebook WhatsApp Twitter Email

Satu Dekade Dalam Penantian Aksi Protes Warga Maros–Pangkep Blokade Jalur Kereta Api, Berujung Memanas Picu Adu Ketegangan, Dengan Petugas

GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM MAROS–PANGKEP — Di atas peta pembangunan nasional, Sulawesi Selatan berbangga. Kehadiran jalur kereta api trans-Sulawesi—yang digadang-gadang sebagai mega proyek modern pembawa kemajuan ekonomi—membentang membelah dua kabupaten: Maros dan Pangkep. Kereta itu kini telah meluncur, membawa angan-angan tentang mobilitas yang cepat dan efisien. Namun, di balik deru roda besi yang membelah angin, tersimpan Sebuah tangisan bisu yang telah berusia satu dekade.” Sepuluh tahun. Waktu yang cukup panjang untuk mengubah ladang subur warga kini  menjadi saksi bisu dari janji-janji yang menguap

Aksi protes sejumlah warga di wilayah Maros–Pangkep dengan memblokade jalur rel kereta api memicu ketegangan dengan pihak petugas keamanan. Peristiwa ini menjadi sorotan karena melibatkan kepentingan warga, pengamanan jalur transportasi, vital serta persoalan yang melatarbelakangi aksi tersebut setelah usai warga memasang cor beton yang berada ditepi bantalan rel kereta api

Pemblokiran jalur rel api yang dilakukan warga di Dusun Salenrang Desa Salenrang Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros diduga merupakan bentuk penyampaian aspirasi atas persoalan yang mereka hadapi. setelah melalui masa satu dekade,hingga kini, tuntutan spesifik warga dan akar permasalahan yang memicu aksi tersebut hanyalah sebuah janji dan hayalan yang tak kunjung teralisasikan dibayarkan

Di sisi lain, pihak petugas keamanan dilaporkan memberikan perlawanan terhadap aksi blokade yang dilakukan warga tersebut. Situasi ini memicu kemarahan warga pasalnya belum usai aksi mereka melakukan aksi Protes, petugas langsung bergerak dengan mengambil tindakan represif, menyingkirkan serta merobek spanduk yang dibentakang

Bagi warga Maros dan Pangkep yang tanah dan rumahnya terdampak pembebasan lahan, proyek mercusuar ini bukan lagi tentang kemajuan. Ini adalah monumen penantian yang melelahkan.” Tanah Dilepas, Hak Diabaikan

Sepuluh tahun lalu, negara datang dengan narasi besar: pembangunan untuk kepentingan umum. Warga, dengan jiwa nasionalisme dan harapan akan masa depan yang lebih baik, dengan sukarela—meski kadang dengan berat hati—melepaskan tanah kakek moyang, sawah tempat mereka merajut asa, dan atap tempat mereka berlindung.

Mereka dijanjikan ganti untung. Sebuah kompensasi yang layak agar mereka bisa memulai hidup baru di tempat lain.

Namun, janji tinggal janji. Tahun berganti tahun, kepemimpinan berganti, menteri silih berganti, tetapi ganti untung yang dinanti tak kunjung mendatangi rekening mereka. Yang tersisa hanyalah selembar berkas verifikasi yang usang, janji-janji manis dari pejabat yang datang bergiliran, dan birokrasi yang berputar-putar bagai labirin tanpa ujung.

Bagaimana rasanya melihat kereta melintas di atas tanah yang dulunya adalah sumber penghidupan, sementara perut sendiri masih harus menanggung lapar karena hak-hak belum dibayarkan? Ini adalah ironi yang menyayat hati.

Warga Maros dan Pangkep telah melakukan berbagai cara. Dari musyawarah damai, bersurat ke berbagai instansi, hingga turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa. Mereka berdiri di bawah terik matahari, membentangkan spanduk tuntutan, menyuarakan keadilan dengan suara yang mulai parau karena lelah.

Namun, teriakan mereka kerap memantul kembali, teredam oleh tebalnya tembok birokrasi. Alasan klasik terus berulang: pendataan ulang, kisruh administrasi, hingga anggaran yang belum disetujui. Sepuluh tahun adalah waktu yang terlalu lama untuk sebuah alasan administratif.

Sebuah pembangunan tidak bisa disebut sukses jika di atasnya tertulis air mata rakyat yang terabaikan. Mega proyek rel kereta api Maros-Pangkep seharusnya menjadi simbol kesejahteraan bersama, bukan simbol ketimpangan di mana negara maju di atas penderitaan warganya sendiri.

Satu dekade sudah lebih dari cukup bagi negara untuk menunjukkan tanggung jawabnya. Warga Maros dan Pangkep tidak sedang meminta belas kasihan; mereka sedang menagih hak konstitusional mereka yang dirampas atas nama pembangunan.

Sudah saatnya pemerintah pusat dan daerah berhenti saling lempar tanggung jawab. Buka kembali dokumen itu, cairkan hak-hak mereka, dan bayar lunas penantian panjang ini.

Sebab, rel kereta boleh saja dibangun dari baja yang kokoh, tetapi peradaban sebuah bangsa diukur dari seberapa adil negara memperlakukan rakyat kecilnya. Selama hak warga Maros-Pangkep belum terbayar, selama itu pula “Rel Harapan” ini akan terus melaju di atas rel penderitaan yang belum tuntas.

Laporan dipublish tim red media Git 

 

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Email
Arieawan Arya
  • Website

Berita Lainnya:

Peristiwa

Petugas Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Upaya Penyelundupan Barang Terlarang Dduga ETOMIDATE

Oktober 23, 2026 Peristiwa
Peristiwa

Wakapolda Sulsel Sempat Dihadang Demonstran di Flyover Pettarani, Situasi Makassar Jadi Sorotan

Oktober 21, 2026 Peristiwa
Peristiwa

GAM Makassar Gelar Aksi: Tuntaskan Karhutla Sebelum Prabowo ke Sulsel

Oktober 20, 2026 Peristiwa
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Diduga Kosmetik CLB GLOW SKINCARE Menyalahi Aturan, Tidak Memiliki Izin Edar Dan BPOM

Mei 28, 20224,507

TPP ASN di Lingkungan Pemkab Kotabaru Mengalami Pengurangan

Januari 29, 20263,260

Ekonomi Desa Bangkit dari Olahan Limbah: Inovasi Pengusaha Muda Tembus Pasar Global

April 19, 20261,856

Pemda Kotabaru Upayakan TMT CPNS dan PPPK 2024 Lebih Cepat Dari Daerah Lain, ini Jadwalnya!

Maret 20, 20251,463
Don't Miss
Peristiwa

Satu Dekade Dalam Penantian Aksi Protes Warga Maros–Pangkep Blokade Jalur Kereta Api, Berujung Memanas Picu Adu Ketegangan, Dengan Petugas

By Arieawan AryaOktober 28, 202615

Satu Dekade Dalam Penantian Aksi Protes Warga Maros–Pangkep Blokade Jalur Kereta Api, Berujung Memanas Picu…

Polda Sulsel Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Kobarkan Semangat Patriotisme dan Kepedulian untuk Bangsa

Oktober 28, 2026

Provost Kodim Gowa dibantu warga amankan Granat Tangan di Desa Pannyangkalang

Oktober 28, 2026

Anniversary Ke-2 Laskar Borisallo Deppasawi Indonesia Sulsel, Perkuat Persaudaraan dan Kolaborasi Antarormas.

Oktober 28, 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
About Us
About Us

Your source for the lifestyle news. This demo is crafted specifically to exhibit the use of the theme as a lifestyle site. Visit our main page for more demos.

We're accepting new partnerships right now.

Email Us: info@example.com
Contact: +1-320-0123-451

Facebook X (Twitter) Pinterest YouTube WhatsApp
Our Picks

Satu Dekade Dalam Penantian Aksi Protes Warga Maros–Pangkep Blokade Jalur Kereta Api, Berujung Memanas Picu Adu Ketegangan, Dengan Petugas

Oktober 28, 2026

Polda Sulsel Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Kobarkan Semangat Patriotisme dan Kepedulian untuk Bangsa

Oktober 28, 2026

Provost Kodim Gowa dibantu warga amankan Granat Tangan di Desa Pannyangkalang

Oktober 28, 2026
Most Popular

Diduga Kosmetik CLB GLOW SKINCARE Menyalahi Aturan, Tidak Memiliki Izin Edar Dan BPOM

Mei 28, 20224,507

TPP ASN di Lingkungan Pemkab Kotabaru Mengalami Pengurangan

Januari 29, 20263,260

Ekonomi Desa Bangkit dari Olahan Limbah: Inovasi Pengusaha Muda Tembus Pasar Global

April 19, 20261,856
© 2026 Media GIT | By WEBPro.
  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Media Siber
  • Hak Jawab
  • Kode Etik Jurnalistik

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.