Remaja 16 Thn Jadi Korban Busur Kesasar di Pattunuan Usai Bongkar Tenda Hajatan Warga
MAKASSAR SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM ——— Tragedi menimpa seorang remaja yang tengah bekerja keras membongkar pasang tenda hajatan. di Daerah Pattunuang Keluruhan Bitoa Kecamatan Manggala Makassar
Di tengah kesibukan korban, sebuah anak anak panah nyasar tiba-tiba melesat dan menancap dileher korban .Senin 21 April 2025.
Kejadian ini sontak membuat panik suasana di lokasi, yang terlibat tawuran perang kelompok antar warga dipattunuang, pasalnya banyak warga yang tidak bersalah menjadi sasaran para pelaku
Inseden ini meninggalkan pertanyaan besar tentang asal-usul anak panah dan siapa yang bertanggung jawab atas kelalaian yang membahayakan nyawa ini. Remaja yang seharusnya menikmati masa mudanya, kini harus berjuang melawan luka akibat kecerobohan yang tak terduga.

Korban yang diketahui bernama Wahidin (16 ), warga Dusun Ballapati Moncongloe Maros, yang berstatus sebagai pelajar yang duduk dibangkuh sekolah SMKS FARDILLAH. Dusun MANJALLING. Desa/Kelurahan, : BONTO BUNGA. Kecamatan Moncongloe Lappara Kabupaten Maros,
Keluarga korban berharap kepada pihak yang berwajib, dan parah tokoh pemuka agama serta petuah masyarakat, agar tawuran perang kelompok ini bisa di redam dan,” didamaikan bagi kedua kubu,
Sebelum semakin banyak jatuh korban dan parah pelaku, diberi efek jerah untuk mempertanggung jawabkan perbuatan tindak kriminal yang membahayakan nyawa warga, ujar,” keluarga korban yang tidak ingin namanya dipubliks dimedia online
Lanjutnya dengan kondisi seperti ini,” adek kami, yang jadi korban busur kesasar usai operasi besar, untuk mencabut busur yang yang tertancap dileher, terbaring dibangsal RS IBNU SINA, Lantai 5 Kamar 507, sedang melawatn maut.

Proses penindakan pihak rumah sakit, biaya’nya puluhan juta, kamt anggung, untuk sementara ini terpaksa cari pinjaman agar bisa mendapatkan pertolongan pertama guna kelancaran proses operasi di RS.Ibnu Sina
Padahal hidup kami tergolong dari keluarga yang tidak mampu, bahkan orangtua, bapak juga sudah tiada, (meninggal) sehingga kami masing masing mencari nafka, untuk meringankan beban hidup keluarga, makanya adek kami ini selaku korban sambil sekolah, sambil bekerja, melawan waktu tutup’nya
Sampai Berita ini ditayangkan belum ada keterangan dari pihak yang berwajib terkait motif kedua kubu perang kelompok
Laporan Tim Investigasi ( ARYA )

