MAROS SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS COM —————— Kehadiran Putra Mahkota Kerajaan Gowa Andi Muhammad Imam Daeng Situju bin Andi Kumala Idjo Daeng Sila Karaengta Lembang Parang, dalam resepsi pernikahan Bayu Muhajir dan Sri Wahyuni, A.Md.Keb, di Dusun Batubassi, Desa Jenetaesa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Senin (28/9/2026), menjadi perhatian sekaligus memberikan nuansa kehormatan tersendiri bagi keluarga dan para tamu undangan.
Resepsi pernikahan tersebut merupakan rangkaian kebahagiaan keluarga Muh. Tahir Dg. Lanti, Ketua LAPEPA (Laskar Peduli Pelestari Adat Bija Nusantara) Maros. Kehadiran Putra Mahkota Kerajaan Gowa turut mempererat hubungan silaturahmi antara keluarga, tokoh adat, serta masyarakat yang hadir.
Tidak berhenti pada acara resepsi, Putra Mahkota Kerajaan Gowa Andi Muhammad Imam Daeng Situju, kemudian melanjutkan kunjungan ke Ballalompoa Batubassi, di Dusun Batubassi, Kecamatan Simbang, Maros.

Kunjungan tersebut disambut hangat oleh jajaran LAPEPA Bija Nusantara Maros.
Dalam kesempatan itu, Putra Mahkota Kerajaan Gowa menyaksikan secara langsung situs Batubassi yang berada di kawasan Ballalompoa, desa Jenetaesa sekaligus mendapat penjelasan mengenai keberadaan dan nilai sejarah serta adat yang melekat pada kawasan tersebut.
Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkenalkan sekaligus memperkuat perhatian terhadap keberadaan situs-situs adat dan sejarah di Kabupaten Maros, khususnya yang selama ini menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat.
Muh. Tahir: Sebuah Kehormatan dan Penyemangat Pelestarian Adat
Ketua LAPEPA Bija Nusantara Maros, Muh. Tahir Dg. Lanti, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kunjungan Putra Mahkota Kerajaan Gowa ke Ballalompoa Batubassi.
«“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan Putra Mahkota Kerajaan Gowa Andi Muhammad Imam Daeng Situju.
Bagi kami, ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus menjadi penyemangat untuk terus menjaga dan melestarikan adat, budaya serta situs sejarah yang ada di DusunBatubassi Kecamatan Simbang. ungkapnya.»

Ia berharap perhatian terhadap situs dan peninggalan adat dapat terus ditingkatkan sehingga nilai-nilai sejarah tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi dapat dikenal dan dipahami oleh generasi muda,” harapnya.
Edy Hadris: Persaudaraan dan Pelestarian Budaya Harus Berjalan Bersama
Sementara itu, Ketua Persaudaraan Monta’Bassi Nusantara (PMBN) Maros, Edy Hadris, memberikan apresiasi atas kunjungan tersebut.
Menurut Edy, pertemuan antara tokoh kerajaan, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun kepedulian bersama terhadap warisan budaya.

«“Kami menyambut baik kunjungan Putra Mahkota Kerajaan Gowa , Andi Muhammad Imam Daeng Situju, Ini bukan hanya tentang silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama bahwa adat, budaya dan situs sejarah adalah bagian dari jati diri kita yang harus dijaga bersama,” ujar Edy Hadris.»
Ia menambahkan, semangat persaudaraan harus menjadi kekuatan dalam menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan memiliki tempat di tengah perkembangan zaman.
Rangkaian kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Kehadiran Putra Mahkota Kerajaan Gowa di Ballalompoa Batubassi sekaligus menjadi momentum silaturahmi antara kerabat kerajaan, tokoh adat, LAPEPA Bija Nusantara Maros, Lembaga PMB Nusantara Maros dan masyarakat, dengan semangat bersama untuk menjaga nilai-nilai sejarah dan budaya di Kabupaten Maros.
(Edy Hadris).

