Mengubah Bahan Baku Menjadi PeluangTailor Made Training Bersama Militan 455 Bekerjasama Kemnaker RI Kunci Sukses UMKM Pangan
GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM MAKASSAR SULSEL — Di era kompetisi pasar yang semakin ketat, keterampilan teknis saja tidak cukup. Banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terjebak dalam pola produksi yang monoton, kualitas yang tidak konsisten, hingga kesulitan dalam melakukan inovasi produk. Di sinilah Tailor-Made Training (TMT),” Bersama Militan 455 kerjasama Kemnaker RI hadir sebagai solusi yang dipersonalisasi, bukan sekadar pelatihan “satu ukuran untuk semua.” Rabu 13 Mei 2026.
Tailor-Made Training?Berbeda dengan pelatihan reguler yang kurikulumnya sudah kaku, Tailor-Made Training adalah program pelatihan yang dirancang khusus sesuai dengan kebutuhan spesifik komunitas, kelompok usaha, atau daerah tertentu.
Jika sebuah kelompok nelayan membutuhkan teknik pengawetan ikan yang tahan lama tanpa bahan kimia, atau sebuah komunitas ibu rumah tangga ingin menembus pasar kafe dengan produk pastry kelas atas, materi pelatihan akan disesuaikan 100% untuk mencapai target tersebut.
Berikut adalah dua bidang utama yang sering menjadi primadona dalam pelatihan berbasis TMT

1. Pelatihan Pengolahan Ikan: Dari Komoditas Menjadi Nilai Tambah
Banyak nelayan di daerah pesisir menjual hasil tangkapannya dalam bentuk mentah dengan harga yang sering kali jatuh saat musim panen. Pelatihan pengolahan ikan berbasis TMT membantu mereka mengubah nasib.
Peserta tidak hanya diajarkan cara mengolah ikan menjadi abon atau kerupuk biasa. Mereka dibekali teknik filleting yang higienis, pembuatan fish nugget modern, pengasapan ikan dengan standar ekspor, hingga pengemasan kedap udara (vacuum pack) yang memperpanjang masa simpan produk tanpa mengurangi nutrisi.
Dampak Produk yang tadinya hanya laku di pasar lokal kini bisa dipasarkan ke supermarket, menjadi oleh-oleh premium, hingga masuk ke rantai pasok industri makanan.
2. Pelatihan Pembuatan Kue dan Roti: Seni Teknis dan Kreativitas Dunia bakery adalah perpaduan antara sains dan seni. Banyak pemula gagal karena tidak memahami karakter tepung, suhu ragi, atau teknik fermentasi yang tepat.
Apa yang dipelajari? Dalam TMT, kurikulum disusun berdasarkan skala usaha peserta. Bagi pemula, fokusnya mungkin pada resep bakery dasar yang ekonomis namun rasa bintang lima.
Bagi pelaku usaha yang ingin naik kelas, fokusnya bergeser pada teknik Sourdough, pembuatan croissant dengan teknik laminasi profesional, hingga manajemen biaya produksi agar margin keuntungan tetap terjaga.
Dampak: Pelaku usaha mampu menghasilkan produk dengan tekstur yang konsisten, tampilan yang estetik, dan yang terpenting: produk yang diminati pasar masa kini.
Mengapa TMT Lebih Efektif? Relevansi Tinggi: Peserta belajar apa yang benar-benar mereka butuhkan. Tidak ada waktu yang terbuang untuk materi yang tidak relevan dengan kondisi usaha mereka. menjadi Solusi Masalah Nyata:

Fasilitator pelatihan biasanya meninjau kendala di lapangan (misal: mesin yang terbatas atau bahan baku yang sulit didapat) dan memberikan solusi yang bisa langsung diterapkan.
Pendekatan Praktis: TMT mengutamakan hands-on practice (praktik langsung). Peserta tidak hanya mendengar teori, mereka “mengotori tangan” mereka dengan adonan roti dan olahan ikan hingga menghasilkan produk yang layak jual.
Bimbingan Pasca-Pelatihan: Biasanya, TMT menyertakan sesi pendampingan (mentoring) agar peserta tidak bingung saat mulai berproduksi secara mandiri setelah pelatihan usai.
Kesimpulan Pelatihan Tailor-Made Training di bidang pengolahan ikan, kue, dan roti bukan sekadar tentang cara memasak. Ini adalah tentang pemberdayaan ekonomi. Ketika keterampilan teknis bertemu dengan kurikulum yang dirancang khusus, hambatan usaha akan runtuh dan peluang baru akan terbuka lebar.
Bagi pelaku usaha, inilah saatnya berhenti mengikuti pelatihan yang “umum” dan mulai mencari pelatihan yang memahami kebutuhan spesifik bisnis Anda. Karena pada akhirnya, keberhasilan bukan ditentukan oleh seberapa banyak materi yang didengar, tetapi seberapa efektif ilmu tersebut diubah menjadi produk yang mendatangkan keuntungan
Laporan dipublish tim red Nindar

