Membina Iman dan Masa Depan: Program “Jum’at Santri Kilat” SD Inpres Rappokalling 2
MAKASSAR SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM ——Di tengah hiruk pikuk dunia pendidikan, di mana sekolah-sekolah berupaya menawarkan lebih dari sekadar keunggulan akademis, SD Inpres Rappokalling 2 di Makassar tampil menonjol dengan inisiatif inovatif dan menyentuh hati: “Giat Jum’at Santri Kilat” (Kegiatan Jumat Kilat Siswa Islam). Lebih dari sekadar rutinitas mingguan,
program ini merupakan mercusuar pembentukan karakter dan pengembangan spiritual bagi para siswanya, mengubah hari Jumat biasa menjadi hari-hari pembelajaran dan refleksi yang mendalam.
Inti dari “Jum’at Santri Kilat” terletak pada namanya. “Jum’at,” atau Jumat, adalah hari yang diberkahi dalam Islam, sering dikaitkan dengan salat berjamaah dan pengayaan spiritual.
“Santri” merujuk pada siswa yang berdedikasi pada pendidikan Islam, yang secara tradisional di pesantren. Namun, di SD Inpres Rappokalling 2, istilah ini memiliki makna yang lebih luas, mencakup semua siswa yang berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan sekolah. Bagian yang paling menarik adalah “Kilat,” yang berarti “kilat” atau “kilat.” Hal ini menandakan bahwa meskipun program ini sangat bermakna, program ini juga efisien dan sangat terfokus, menyampaikan ajaran dan nilai-nilai inti Islam secara ringkas dan berdampak, sesuai untuk anak-anak sekolah dasar.
Komitmen terhadap Pendidikan Holistik

Setiap Jumat pagi, sebelum pelajaran akademik reguler dimulai, halaman sekolah SD Inpres Rappokalling 2 diramaikan dengan “Giat Jum’at Santri Kilat”. Tujuan utama program ini adalah menanamkan landasan moral dan agama yang kuat kepada siswa sejak usia dini. Program ini lebih dari sekadar hafalan, tetapi bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan mempelajari agama mereka, mengembangkan disiplin, kasih sayang, rasa hormat terhadap sesama, dan rasa tanggung jawab bersama.
Kegiatan biasanya dimulai dengan salat Dhuha berjamaah, salat sunah yang dilakukan setelah matahari terbit. Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan praktik salat, tetapi juga menanamkan rasa keimanan dan disiplin bersama. Setelah salat, para siswa membaca Al-Qur’an, dengan Ceramah siriman Rohani seringkali berfokus pada surat-surat pendek atau ayat-ayat tertentu, dengan bimbingan guru mereka.
Latihan ini membantu meningkatkan keterampilan membaca mereka dan membiasakan mereka dengan ayat suci
Pelajaran Menarik untuk Pikiran Muda
Aspek “Kilat” benar-benar bersinar selama ceramah atau diskusi singkat dan menarik yang dipandu oleh para guru. Sesi-sesi ini berfokus pada etika dan nilai-nilai Islam praktis yang langsung dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Topik-topik yang sering dibahas meliputi, Kejujuran dan Integritas: Pentingnya mengatakan kebenaran dan dapat dipercaya,Kebaikan dan Empati, Memperlakukan teman, keluarga, dan bahkan hewan dengan perhatian dan pengertian.
Menghormati Orang Tua dan Guru Menjunjung tinggi adab dalam pergaulan Peduli Lingkungan: Menanamkan tanggung jawab terhadap alam.

Sesi-sesi ini disampaikan secara interaktif, sering kali menggabungkan cerita, kuis sederhana, atau sesi tanya jawab untuk membuat anak-anak tetap terlibat dan mendorong partisipasi aktif.
Dampak dan Inspirasi
Program “Jum’at Santri Kilat” di SD Inpres Rappokalling 2 menciptakan lingkungan yang unik dan suportif di mana pertumbuhan spiritual terintegrasi secara mulus dengan pendidikan konvensional. Para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan agama yang lebih baik, tetapi juga keterampilan sosial yang lebih baik, kompas moral yang lebih kuat, dan pemahaman yang lebih mendalam tentang peran mereka dalam masyarakat.
Bagi para guru dan staf, ini merupakan kesempatan untuk terhubung dengan siswa secara lebih personal dan spiritual, dengan berperan sebagai mentor dan panutan. Bagi orang tua dan masyarakat luas, program ini merupakan bukti komitmen sekolah untuk mendidik individu-individu yang berpengetahuan luas, tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga bermoral dan berwawasan spiritual.
“Giat Jum’at Santri Kilat” SD Inpres Rappokalling 2 menjadi model inspiratif bagi lembaga pendidikan lainnya, menunjukkan bagaimana sekolah yang berdedikasi dapat secara kreatif menumbuhkan karakter dan keimanan, mempersiapkan generasi muda untuk menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab, welas asih, dan berkontribusi. Kegiatan mingguan kecil ini memiliki dampak yang mendalam dan berkelanjutan bagi kehidupan para “santri kilat” mudanya.
Laporan dipublish Redaksi

