Mahasiswa KKNT 116 Zero Waste Laikang Sukses Gelar Seminar Hasil, Wujudkan Kelurahan Laikang Bebas Sampah Melalui 12 Program Inovatif
GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM MAKASSAR SULSEL —— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gelombang 116 Zero Waste Universitas Hasanuddin (UNHAS) resmi menyelenggarakan Seminar Hasil Program Kerja di Kelurahan Laikang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, pada Selasa (11/8/2026). Kegiatan ini menjadi wadah pemaparan sekaligus penyerahan berbagai inovasi pengelolaan sampah yang telah direalisasikan selama masa pengabdian di lingkungan masyarakat dan sekolah.
Seminar hasil tersebut dihadiri oleh sekitar 25 peserta yang terdiri atas perangkat Kelurahan Laikang, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), beberapa Ketua RW dan Ketua RT se-Kelurahan Laikang, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pengelola Bank Sampah Unit (BSU), serta perwakilan dari sejumlah sekolah mitra. Pihak sekolah yang turut hadir berasal dari SMP Negeri 32 Makassar, SD Inpres Tangkala II, dan SD Inpres Laikang. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bentuk dukungan dan komitmen bersama dalam memperkuat keberlanjutan program pengelolaan sampah di Kelurahan Laikang.
Pelaksanaan seluruh program kerja ini merupakan wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Inisiatif yang dihadirkan berfokus pada SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemilahan dan pengolahan limbah organik maupun anorganik, SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dengan penataan sistem kebersihan lingkungan, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dengan mereduksi volume sampah ke TPA, serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui edukasi interaktif bagi siswa sejak dini.
Dalam pemaparannya, tim KKNT 116 Kelurahan Laikang mempresentasikan berbagai program kerja yang telah direalisasikan selama masa pengabdian, mencakup inovasi alat, digitalisasi sistem, pemberdayaan masyarakat, hingga edukasi lingkungan. Salah satu program kerja unggulan kelompok yang turut dipaparkan dalam Seminar Hasil adalah “Pemanfaatan Kompos Organik untuk Kebun Herbal Berbasis Zero Waste”.

Program tersebut mengintegrasikan pengolahan sampah organik rumah tangga dengan pemanfaatan lahan sebagai kebun herbal. Sampah organik diolah menjadi kompos yang kemudian dimanfaatkan sebagai pupuk untuk membudidayakan berbagai jenis tanaman, seperti kunyit, cabai, lengkuas, tomat, pandan wangi, kumis kucing, kemangi, serai, jahe putih, dan lidah buaya. Selain itu, konsep recycle diterapkan melalui pemanfaatan galon bekas yang diubah menjadi pot tanaman yang dihias bersama masyarakat.
Sebagai bentuk inovasi edukatif, setiap tanaman dalam kebun herbal juga dilengkapi dengan barcode yang dapat dipindai menggunakan telepon genggam. Barcode tersebut berisi informasi mengenai nama ilmiah, karakteristik, manfaat, serta informasi dasar dari masing-masing tanaman. Dengan demikian, kebun herbal tidak hanya menjadi ruang hijau yang produktif, tetapi juga menjadi media edukasi interaktif bagi masyarakat mengenai pemanfaatan sampah, budidaya tanaman, dan pentingnya menjaga lingkungan.
Selain program kebun herbal, berbagai program kerja lainnya turut direalisasikan, seperti Pembuatan Komposter Ember Cat Bertingkat, Sayur dalam Polybag Berbasis Pemanfaatan Kompos Rumah Tangga, Pembuatan Drop Point Sampah dan Infografis Edukasi Zero Waste. Untuk mendukung efisiensi dan keteraturan pengelolaan data pada Bank Sampah Unit, mahasiswa juga menghadirkan Dashboard Monitoring Bank Sampah Unit Berbasis Google Looker Studio dan Digitalisasi Sistem Pencatatan Transaksi Nasabah Bank Sampah Unit (BSU) Berbasis AppSheet.
Selain itu, terdapat berbagai program edukasi aplikatif seperti Yuk Pilah Sampah (Media Interaktif Edukasi Pilah Sampah), Eco-Enzyme Movement: Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Inovasi Sistem Airlock Mandiri, Edukasi dan Pembuatan Alat Press Botol Plastik, serta Pembuatan Papan Informasi “Berapa Lama Sampah Terurai?”. Sebagai langkah untuk memacu partisipasi dan kreativitas siswa, mahasiswa juga merealisasikan program KREASI (Kreasi Daur Ulang untuk Aksi Zero Waste) dan EcoSave Challenge (Kompetisi Menabung Sampah).

Kehadiran inovasi-inovasi tersebut mendapatkan apresiasi tinggi dari jajaran pemerintah setempat. Sekretaris Lurah Laikang, Ibu Nurmiati, menyampaikan rasa terima kasih dan harapannya terhadap keberlanjutan program yang telah diinisiasi.
“Semoga seluruh program kerja yang dilaksanakan dapat bermanfaat bagi masyarakat. Kehadiran mahasiswa KKN ini sangat membantu kami, terutama terkait penyelesaian masalah sampah di lingkungan warga,” ujar Ibu Nurmiati.
Saking merasakan dampak positif dari kehadiran mahasiswa, beliau turut menambahkan, “Kami sangat berharap agar durasi KKN-nya bisa diperpanjang.”
Melalui Seminar Hasil ini, berbagai inovasi yang telah dirintis diharapkan tidak berhenti setelah masa KKN berakhir, tetapi dapat terus dimanfaatkan, dirawat, dikembangkan, dan direplikasi di lingkungan lainnya. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah kelurahan, masyarakat, Bank Sampah Unit, dan pihak sekolah menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pengelolaan sampah.
Dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan, KKNT 116 Zero Waste UNHAS diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung terwujudnya Kelurahan Laikang sebagai wilayah percontohan kawasan zero waste yang mandiri, inovatif, dan berkelanjutan di Kota Makassar.
Laporan dipublish tim red

