Jumat Bersih di Ujung Tanah Membongkar Keteraturan di Bibir Kanal Gusung
MAKASSAR SUL SEL GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM —– Giat rutinitas yang membahana, tengah digalakkan: program “Jumat Bersih”. Dan kali ini, terfokus pada sebuah lini vital yang seringkali terabaikan, yaitu bibir kanal Gusung.Jum’at 10 Oktober 2025.
Camat Ujung Tanah, Amanda Syahwaldi.S.STP.MM di dampingi oleh Sekcam Andi Muh. Imam Ilyas.S.STP .M.AP Bersama Pejabat Struktural Kecamatan Ujung Tanah serta Staf , Satpol PP Bko Kecamatan, Pengawas dan Satgas Kebersihan,” dengan semangat yang tak kenal lelah, memimpin langsung gerakan ini. Bukan sekadar aksi bersih-bersih rutin,
Jumat Bersih kali ini mengusung agenda yang lebih tegas dan berorientasi pada penegakan hukum pembongkaran bangunan pembohong yang telah tumbuh subur di sepanjang bibir kanal Gusung.

Kanal Gusung, urat nadi kehidupan bagi sebagian warga Ujung Tanah, kerap kali menjadi Saksi bisu dari ketidakpedulian. Gundukan sampah yang memprihatinkan,
Pemandangan kumuh adalah gambaran yang sudah terlalu familiar. Ironisnya, di tengah-tengah ketidaknyamanan ini, bangunan-bangunan liar mulai merangsek, seolah mengklaim ruang publik dan akses penutup yang seharusnya berfungsi untuk drainase dan estetika.
Petugas kebersihan bekerja bahu-membahu, di sudut tertentu, terlihat tim gabungan dengan peralatan seadanya namun penuh tekad.

Mereka tidak hanya menyapu dan memunguti sampah, tetapi juga dengan hati-hati dan persuasif, menertibkan dan membongkar bangunan-bangunan yang berdiri tanpa izin, yang menghalangi fungsi kanal dan merusak pemandangan.
Camat Ujung Tanah, yang turun langsung di lapangan, tak sekadar memberi instruksi. Beliau menyapa warga, menjelaskan pentingnya program ini, dan memastikan bahwa setiap langkah dilakukan dengan humanis. Pembongkaran bangunan bukan sekadar tindakan represif, melainkan upaya mengembalikan fungsi kanal, mencegah banjir, serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan tertata bagi seluruh warga.
“Ini bukan soal merampas hak, ini soal mengembalikan hak bersama,” ujar Camat dengan suara tegas namun penuh empati kepada salah satu warga yang terpaksa harus mengungkap warung kecilnya.
“Kanal ini milik kita semua. Jika ia tersumbat oleh sampah dan bangunan pembohong, maka kerugiannya akan dirasakan oleh semua. Banjir datang ke rumah kita, penyakit mengintai anak-anak kita. Jumat Bersih ini adalah awal dari penataan yang lebih baik.”

Pemahaman. Mereka melihat, di balik setiap bongkahan kayu dan seng yang diturunkan, ada harapan akan lingkungan yang lebih baik.
Gerakan Jumat Bersih di bibir kanal Gusung ini, adalah sebuah narasi tentang keberanian untuk menata. Ini adalah bukti bahwa semuanya dapat diciptakan, bahkan dari titik-titik yang paling terabaikan sekalipun. Ini adalah perjuangan untuk mengembalikan fungsi ruang publik, demi kenyamanan dan keselamatan seluruh warga.
Tumpukan sampah berkurang drastis, dan bangunan-bangunan liar yang menghalangi kini telah tiada. Meskipun pekerjaan ini masih panjang dan memerlukan konsistensi, langkah kecil yang dilakukan pada Jumat bersih ini telah menanamkan perubahan benih. Ujung Tanah, dengan semangat gotong royong dan kepemimpinan yang proaktif, perlahan namun pasti, sedang membentangkan kembali keteraturan, dimulai dari bibir kanal yang dulu terkesan dilupakan.
Laporan tim redaksi Arya

