Inovasi Hijau dari Bara-Baraya Warga RT 02/RW 01 Sulap Sampah Kebun Menjadi Berkah
GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM MAKASSAR –—- Di tengah hiruk-pikuk kawasan padat penduduk Kelurahan Bara-Baraya, Kecamatan Makassar, sebuah inisiatif kreatif lahir dari tangan warga RT 02/RW 01. Alih-alih membiarkan tumpukan sampah dedaunan dan rumput liar berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang kian penuh,
Warga setempat justru bergotong royong menciptakan mesin pencacah sampah organik mandiri.
Dari Masalah Menjadi Solusi
Selama ini, sampah dedaunan dari halaman rumah dan taman kecil warga sering kali menjadi masalah. Volume sampah yang melimpah membuat kantong sampah menumpuk di depan rumah, belum lagi jika harus menunggu petugas kebersihan yang terkadang kewalahan.
Melihat kondisi tersebut, pengurus RT 02 bersama para pemuda setempat melakukan diskusi kecil. “Kami terpikir, mengapa tidak kita olah sendiri? Kalau dicacah, volumenya jadi kecil dan bisa langsung jadi kompos,” ujar Pak RT setempat dengan penuh semangat.
Gotong Royong Merakit Mesin, Dengan memanfaatkan dana swadaya dan keterampilan teknis beberapa warga yang berlatar belakang mekanik, mereka merakit sebuah mesin pencacah sederhana.
Komponen utamanya terdiri dari motor penggerak listrik, pisau baja yang tajam, dan rangka besi yang kokoh.
Proses perakitannya pun tidak instan. Warga menghabiskan waktu beberapa akhir pekan untuk memastikan mesin tersebut aman digunakan dan efektif menghancurkan serat-serat daun yang keras. Hasilnya?

Sebuah mesin pencacah yang mampu mengubah tumpukan dedaunan setinggi satu meter menjadi segenggam serbuk halus dalam hitungan menit.
Dampak Lingkungan dan Ekonomi,” Hasil cacahan dari mesin ini tidak dibuang begitu saja. Warga mengumpulkannya di satu titik untuk diproses lebih lanjut menjadi pupuk organik (kompos). Pupuk hasil produksi mandiri ini kemudian digunakan untuk menyuburkan tanaman di lorong-lorong hijau Bara-Baraya.
“Sekarang, halaman rumah kami jadi lebih bersih. Sampah yang biasanya bikin bau dan menyumbat drainase, sekarang justru jadi nutrisi buat tanaman. Ini adalah bentuk nyata ekonomi sirkular dari skala rumah tangga,” tambah salah seorang warga.
Inspirasi untuk Makassar
Langkah warga RT 02/RW 01 Kelurahan Bara-Baraya Kecamatan Makassar Kota Makassar ini menjadi bukti bahwa keterbatasan lahan dan sarana bukanlah penghalang bagi kesadaran lingkungan. Inovasi mereka menjadi oase di tengah isu penanganan sampah perkotaan di Makassar.
Kini, mesin pencacah tersebut tidak hanya menjadi alat kerja, tetapi juga simbol kekompakan warga Bara-Baraya. Mereka berharap, inisiatif kecil dari lorong mereka ini bisa menginspirasi RT/RW lain di Kota Makassar untuk lebih mandiri dan inovatif dalam mengelola sampah.
Sebab, lingkungan yang bersih dan asri tidak datang dari kebijakan pusat semata, melainkan dari aksi nyata warga yang peduli pada jengkal tanah di depan rumah mereka sendiri
Laporan dipublish tim red Arya

