Hendak Tangani Kebakaran, Mobil Damkar Pangkep Terguling, Dua Personel Meninggal Dunia
http/www. GerbangIndonesiaTimur.News.cim. PANGKEP — Kecelakaan lalu lintas melibatkan satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) terjadi kecelakaan tunggal di Jalan Poros Makassar–Parepare, tepatnya di Kampung Bujung Batue, Kelurahan Labakkang, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 15.35 WITA.
Mobil Damkar tersebut diketahui tengah melaju dari arah Pangkep menuju Desa Gentung untuk menangani laporan kebakaran. Namun, saat melintas di kawasan yang mengalami antrean panjang kendaraan di sekitar SPBU Labakkang, mobil Damkar tersebut diduga oleng saat berupaya menghindari kemacetan hingga akhirnya terguling sebanyak dua kali.
Akibat kecelakaan tersebut, kendaraan Damkar terbalik dengan posisi roda berada di atas. Insiden itu juga menyebabkan sejumlah personel mengalami korban jiwa dan luka-luka.
Kasat Damkar Pangkep, Hafid, membenarkan adanya dua personel Damkar yang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.
“Benar, kedua personel tersebut meninggal. Satu meninggal di tempat, sementara satu lainnya meninggal dunia setelah mendapat perawatan di rumah sakit. Sedangkan personel lainnya mendapatkan perawatan,” ujar Hafid.
Dua personel yang meninggal dunia diketahui bernama Ince Irwan Nurdin dan Usman Hadi. Sementara beberapa personel lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis.
Adapun dua personel yang dirujuk ke rumah sakit di Makassar yakni Kamil dan Jamal. Keduanya disebut mengalami luka pada bagian kepala dan leher sehingga harus mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, termasuk tindakan operasi.
Hafid menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya dua anggota Damkar Pangkep yang gugur saat menjalankan tugas.
“Atas nama keluarga besar Damkar Pangkep, kami mengucapkan duka sedalam-dalamnya kepada kedua anggota kami yang meninggalkan kami dalam tugas. Semoga almarhum diterima amal ibadahnya dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran,” ucap Hafid.
Hafid menambahkan, musibah dapat terjadi kapan dan di mana saja. Pihaknya berharap keluarga korban diberikan kekuatan dalam menghadapi cobaan tersebut.
“Semoga kedua keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran. Sebab, musibah kita tidak tahu kapan dan di mana akan terjadi,” tutupnya.
Muh. Ilham Nur
