Fenomena Kelangkaan Dan Keterbatasan BBM di Sejumlah SPBU di Makassar Menjadi Polemik, Dampaknya Mulai Meluas
GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM MAKASSAR SULSEL —–Kelangkaan dan keterbatasan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar mulai menjadi polemik di tengah masyarakat. Kondisi tersebut memicu antrean panjang kendaraan yang berlangsung berjam-jam dan dikeluhkan para pengguna BBM, termasuk karyawan serta pekerja buruh yang setiap hari mengandalkan kendaraan untuk beraktivitas. Jum’at 11 September 2026.
Antrean panjang yang terjadi sejak pagi membuat sebagian pekerja mengaku kesulitan memperkirakan waktu tempuh menuju tempat kerja. Waktu yang seharusnya digunakan untuk perjalanan justru tersita karena harus menunggu giliran mendapatkan BBM.
Bagi pekerja yang memiliki jam masuk kerja tetap, kondisi tersebut menjadi persoalan serius. Keterlambatan mengisi BBM berpotensi membuat mereka terlambat tiba di lokasi kerja dan mengganggu aktivitas maupun produktivitas perusahaan.
Antrean Panjang Ganggu Aktivitas Pekerja
Sejumlah warga mengeluhkan antrean panjang di SPBU yang menyebabkan perjalanan menuju tempat kerja menjadi tidak menentu. Mereka berharap ketersediaan BBM dapat segera kembali normal sehingga masyarakat tidak harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar.
“Kalau antreannya panjang seperti ini, kita bisa terlambat masuk kerja. Waktu banyak habis di SPBU, padahal seharusnya sudah berada di tempat kerja,” keluh salah seorang pekerja.yang ikut antri
Keluhan serupa juga dirasakan pekerja yang menggunakan sepeda motor maupun kendaraan pribadi sebagai sarana transportasi utama. Mereka mengaku harus berangkat lebih awal untuk mengantisipasi antrean, namun dalam kondisi tertentu waktu tersebut tetap tidak cukup untuk menghindari keterlambatan.
Dampak Meluas ke Sektor Pekerja
Situasi ini tidak hanya menjadi persoalan bagi pengguna kendaraan pribadi, tetapi juga berpotensi berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Para buruh dan pekerja lapangan yang mobilitasnya sangat bergantung pada kendaraan menjadi salah satu kelompok yang paling terdampak apabila pasokan BBM terbatas.
Bagi pekerja harian, keterlambatan menuju lokasi kerja bahkan dapat berpengaruh terhadap pendapatan apabila jam kerja mereka berkurang atau pekerjaan tidak dapat dimulai tepat waktu.
Sementara itu, antrean kendaraan yang mengular di sekitar SPBU juga berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan, terutama pada jam-jam sibuk.
Warga Minta Pemerintah Segera Bertindak
Masyarakat berharap pemerintah bersama pihak terkait segera mengambil langkah untuk mengatasi persoalan ketersediaan BBM di sejumlah SPBU. Kepastian mengenai distribusi dan pasokan BBM dinilai penting agar masyarakat tidak terus berada dalam ketidakpastian.
Warga juga meminta adanya informasi yang jelas mengenai kondisi stok BBM, jadwal pasokan, serta langkah penanganan apabila terjadi kelangkaan di lapangan.
“Yang kami harapkan sebenarnya sederhana, BBM tersedia dan antrean tidak seperti ini. Kami bekerja setiap hari dan membutuhkan kendaraan untuk beraktivitas,” ujar seorang warga.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena BBM merupakan kebutuhan penting yang berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian. Jika persoalan pasokan berlangsung berkepanjangan, dampaknya dikhawatirkan semakin luas, khususnya bagi pekerja yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap kendaraan.
Hingga kini, masyarakat berharap persoalan kelangkaan atau keterbatasan BBM tersebut dapat segera ditangani sehingga antrean panjang di SPBU tidak terus berulang dan aktivitas pekerja di Kota Makassar dapat kembali berjalan normal.
Muh. Ilham Nur
