Fakta Kesaksian Saksi Dan Korban Thanty, Mental Dalam Persidangan, Visual Oleh Tim Dokter Forensik
MAKASSAR SULSEL GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM —– Ruang sidang Pengadilan Negeri Makassar hari ini terasa lebih dingin dari biasanya. Bukan hanya karena getaran AC yang berhembus, namun lebih karena beban kesaksian yang akan terungkap. Di tengah suasana khidmat, Rabu 19 Nopember 2025.
Kehadiran tim dokter forensik ini menjadi sorotan utama dalam konferensi lanjutan kasus dugaan penganiayaan yang didakwakan Rusdianto Alias Ferry, banyak pertanyaan yang menggantung, baik bagi keluarga korban maupun bagi pihak penegak hukum. Visum et repertum yang lakukan,” menjadi kunci untuk mengurai benang kusut di balik peristiwa, yang menyeret terdakwa, dalam korban lisan
Tim pendamping Hukum Syahrul Syah SH,MH, Andi Jamal Kamaruddin Daeng Massiga, SH. dan Firman Kolleng SH.” Saat menyampaikan pertanyaan kepada tim,” Dokter Forensik memulai penjelasannya.“Berdasarkan hasil pemeriksaan luar dan dalam terhadap
terhadap korban Thanty, melalui keterangannya mengatakan bahwa, korban datang dalam keadaan sehat bugar, dan tidak luka Bengkak, maupun memar dibagian muka, seperti yang diterangkan dalam BAP, Oknum Penyidik Kepolisian Polsek Tamalate,” melainkan hanya goresan kuku 0, sekian Ml, kurang lebih dari setengah inci
Ilustrasi visual yang disajikan, menunjukkan betapa detail dan ilmiahnya proses yang mereka jalani. Mereka menjelaskan temuan toksikologi yang menunjukkan tidak adanya zat berbahaya ditubuh korban Thanty, seperti diberitakan dalam beberapa platform media online, maupun pengungkapan melalui medsos, bahwa semua itu adalah pembohongan publik, yang disajikan sebagai akal akalan dalam keterangan korban
Tantangan dalam konferensi hari ini adalah menerjemahkan kesimpulan ilmiah yang kompleks ke dalam bahasa yang dapat dipahami oleh semua pihak.

Kesaksian tim dokter forensik ini bukan sekedar penyampaian fakta medis semata. Mereka adalah Saksi bisu yang berbicara melalui bukti-bukti fisik. Kesaksian mereka menjadi pilar penting dalam argumen hukum, baik bagi jaksa untuk membuktikan kesalahan maupun bagi pengacara untuk melindungi hak-hak kliennya.
Peran mereka adalah menjembatani bayangan antara dunia medis dan dunia peradilan, menghadirkan kebenaran objektif di tengah tudingan dan sangkalan.
Menjelang akhir konferensi,” Majelis hakim mencatat setiap detail keterangan yang diberikan. Tim dokter forensik telah menjelaskannya dengan profesional, menyajikan data dan analisis yang telah disumpah untuk kebenarannya.
Kini, bola berada di tangan majelis hakim untuk menafsirkan seluruh bukti dan kesaksian, termasuk dari para ahli forensik, demi terwujudnya keadilan bagi Rusdianto alias Ferry. Perjuangan mengungkap kebenaran masih berlanjut,”Namun kesaksian para dokter ini telah menghasilkan sebagian kegelapan besar yang menyelamatkan terdakwa
Semua kesaksian baik korban dan saksi telah terungkap dalam persidangan bahwa mereka telah melakukan kesaksian dan keterangan Bohong
Laporan tim redaksi : Arya

