Dedikasi Panjang di Dunia Pengabdian, Dosen Pendamping Mannennungeng Terima Pin Kehormatan Wija Arungpone
GERBANG INDONESIA TINUR NEWS.COM BONE SULSEL —– Kabar membanggakan datang dari Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin. Dosen Pendamping Program Mannennungeng, Muh. Adnan Kasogi, S.Sos., M.Si. , menerima pin kehormatan keanggotaan Kerukunan Keluarga Wija Arungpone. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi dan keberhasilannya dalam mendampingi program pemberdayaan masyarakat di Desa Kajaolaliddong, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, yang dinilai berhasil meningkatkan kualitas dan kapasitas masyarakat setempat.
Penghargaan ini bukanlah hasil kerja instan. Muh. Adnan Kasogi merupakan Dewan Pakar UKM KPI Unhas sejak 2024 dan telah mendampingi program PPK Ormawa sejak tahun yang sama. Perjalanan panjangnya dimulai pada 2024 melalui program Galung Mawang di Desa Moncongloe, Kabupaten Maros, yang mengangkat inovasi padi apung. Pada 2025, ia mendampingi program Sipatokkong dalam revitalisasi desa wisata Mattabulu pasca bencana di Kabupaten Soppeng. Dan pada 2026 ini, ia kembali dipercaya mendampingi program Mannennungeng di Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone.
Sepanjang tiga tahun tersebut, Muh. Adnan Kasogi tidak hanya berperan sebagai pendamping akademik, tetapi juga sebagai fasilitator, motivator, dan jembatan antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat. Pendekatannya yang menekankan partisipasi masyarakat membuat setiap program tidak hanya berjalan sebagai proyek mahasiswa, tetapi tumbuh menjadi gerakan pemberdayaan yang melibatkan seluruh elemen desa.
Program Mannennungeng sendiri merupakan inisiatif pertanian cerdas yang mengintegrasikan empat pilar utama: Uwai Tuo (irigasi presisi berbasis IoT), Pabbura (pengolahan limbah pertanian dan peternakan), Warani (pengendalian hama ramah lingkungan), serta Garisi’ (pola tanam adaptif dan rotasi varietas unggul). Hasilnya nyata: produktivitas padi di lahan demplot meningkat dari 3 ton menjadi 5,3 ton per hektare, efisiensi air naik hingga 25 persen, dan penggunaan pupuk kimia berkurang hingga 50 persen.
Muh. Adnan Kasogi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan tersebut. “Pin ini bukan milik saya pribadi. Ini adalah pengakuan atas kerja kolektif seluruh tim, masyarakat Desa Kajaolaliddong, pemerintah desa, dan para mitra. Saya hanya menjalankan peran sebagai pendamping, tetapi perubahan yang terjadi adalah hasil gotong royong semua pihak. Penghargaan ini justru menjadi penyemangat untuk terus mengawal keberlanjutan program,” ujarnya.

Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, menyampaikan rasa bangga atas capaian dosen pendampingnya. “Pak Adnan adalah sosok sentral di balik layar yang memastikan setiap program berjalan dengan baik dan berdampak. Beliau telah menjadi Dewan Pakar UKM KPI Unhas sejak 2024 dan mendampingi PPK Ormawa selama tiga tahun berturut-turut. Penghargaan ini adalah bentuk pengakuan yang sangat layak. Kami sangat bersyukur dan bangga,” ujarnya.
Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, Fadel Muhammad S. , menambahkan bahwa penghargaan ini menjadi bukti bahwa kerja pendampingan yang dilakukan tidak hanya berdampak di tingkat desa, tetapi juga diakui oleh komunitas yang lebih luas. “Ini adalah kebanggaan bagi kami semua. Pak Adnan telah menunjukkan bahwa pengabdian yang tulus akan selalu menemukan jalannya untuk diakui,” katanya.
Pemberian pin kehormatan dari Kerukunan Keluarga Wija Arungpone ini menegaskan bahwa keberhasilan Program Mannennungeng bukan hanya soal capaian teknis, tetapi juga soal pengakuan sosial dan budaya. Pengabdian yang dilakukan Muh. Adnan Kasogi di Desa Kajaolaliddong telah meninggalkan jejak yang tidak hanya dirasakan oleh petani, tetapi juga dihargai oleh komunitas keluarga besar Wija Arungpone.
Laporan dipublish tim red

