Barabarayya Kembali Diguncang Tawuran Antar Warga, Kodim 1408/Makassar Kerahkan 50 Personel Bubarkan Massa
GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS COM MAKASSAR — Aksi tawuran yang terjadi selama tiga malam berturut-turut di wilayah Barabarayya, Kota Makassar, mendapat penanganan langsung dari jajaran Kodim 1408/Makassar. Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Kodim 1408/Makassar mengerahkan sekitar 50 personel untuk melakukan pembubaran terhadap kelompok yang terlibat dalam aksi tawuran.
Peristiwa diduga berawal terjadinya penyerangan dari arah lorong 2 oleh OTK masuk kedalam Asrama Barabarayya dan merusak sejumlah fasilitas pagar lahan ex Asrama Barabarayya dan 1 unit excavator pada Senin 14 September 2026 pukul 02.20 Wita.
Komplik berlanjut pada Selasa 15 September 2026 pukul 21.25 Wita kembali terjadi bentrok dari sekelompok pemuda ex Asrama Barabarayya VS anak lorong 12 yang dibantu kelompok mahasiswa Papua, berhasil di lerai oleh Danramil beserta jajarannya dan anggota Polsek Makassar.

Konflik berlanjut Rabu 16 September 2026 pukul 13.10 sekelompok pemuda ex Asrama Barabarayya akan melakukan penyerangan ke Lorong 12 digagalkan dan berhasil digagalkan oleh Tim gabungan TNI Polri.” Hingga berlanjut pukul 19.20 sekelompok pemuda ex penghuni Asrama Barabarayya kembali melakukan aksi penyerangan ke Lorong 12, namun kembali digagalkan oleh Danramil 08/Makassar.
Kehadiran puluhan personel TNI di lokasi
Bersama Danramil 08 Makassar, dan Camat Makassar sterilkan lokasi kejadian terhadap warga yg bukan penduduk Asrama Barabarayya dan lorong 12, sebagai langkah untuk menghentikan aksi tawuran yang telah berlangsung selama tiga malam dan berpotensi mengganggu ketenteraman warga sekitar.
Petugas kemudian melakukan tindakan tegas dengan membubarkan kelompok yang masih berkumpul dan diduga hendak melanjutkan aksi tawuran. Situasi di lokasi menjadi perhatian aparat mengingat aksi tersebut terjadi secara berulang dalam beberapa malam terakhir.
Danramil 1408-08/ Makassar Mayor Kav Salahuddin Basir, S.Sos, bersama personel yang diterjunkan juga melakukan pemantauan di sejumlah titik yang dianggap rawan terjadinya kembali aksi tawuran.
Penanganan tersebut dilakukan sebagai bentuk respons aparat terhadap gangguan keamanan sekaligus untuk mencegah terjadinya bentrokan yang dapat menimbulkan korban maupun kerugian bagi masyarakat.

Warga sekitar diharapkan turut berperan menjaga situasi tetap kondusif dengan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kembali terjadinya tawuran.
Kodim 1408/Makassar menegaskan pentingnya menjaga keamanan lingkungan serta mengimbau masyarakat, khususnya para pemuda, untuk tidak terlibat dalam aksi kekerasan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Hingga penanganan dilakukan, personel TNI tetap melakukan pemantauan di wilayah Barabarayya guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kembali aksi tawuran.
Laporan dipublish tim : A.NINDAR

