Bintaljarahdam XIII/Merdeka Tanamkan Nilai Kejuangan, Bentuk Prajurit Tangguh dan Berintegritas
GORONTALO GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS. COM – —————– Penguatan mental, ideologi dan kejuangan menjadi bagian penting dalam membentuk prajurit TNI yang tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki keteguhan moral, spiritual, loyalitas, dan karakter yang kuat.
Semangat tersebut tercermin dalam kegiatan Pembinaan Mental, Ideologi dan Kejuangan yang digelar di Aula Makodim 1313/Pohuwato, Selasa (16/9/2026). Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan sekaligus refleksi bagi prajurit dan keluarga dalam memperkuat nilai-nilai pengabdian kepada bangsa dan negara.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis dan kompleks, pembinaan mental dipandang memiliki peran strategis. Ketangguhan seorang prajurit tidak hanya dibangun melalui kemampuan fisik dan profesionalisme, tetapi juga melalui kekuatan mental, kedalaman spiritual, serta pemahaman ideologi yang kokoh.
Para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias. Materi yang diberikan diarahkan untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, pemahaman terhadap Pancasila, serta nilai-nilai Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.
Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi mampu diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Dengan demikian, setiap prajurit dapat menjalankan tugas secara penuh tanggung jawab sekaligus menjadi pribadi yang mampu memberikan keteladanan di tengah masyarakat.
Kabintaljarahdam XIII/Merdeka Kolonel Inf Sudung Malau dalam arahannya menegaskan, pembinaan mental merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia prajurit TNI beserta keluarganya.
Menurutnya, prajurit dan Persit harus memiliki ketangguhan moral, kehidupan keluarga yang harmonis, serta menjadikan nilai-nilai kejuangan sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan maupun tugas pengabdian.
Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan nilai-nilai agama sebagai fondasi utama dalam kehidupan. Kekuatan spiritual, kata dia, dapat menjadi sumber ketenangan, kebijaksanaan, integritas, dan kepedulian sosial dalam menjalankan setiap amanah.
“Pembinaan mental bukan sekadar program rutin, melainkan sebuah proses pembentukan karakter yang berkelanjutan. Melalui pembinaan ini, diharapkan lahir prajurit yang tangguh, disiplin, loyal, dan memiliki integritas tinggi, sehingga mampu menjadi teladan baik di lingkungan kedinasan, keluarga maupun di tengah masyarakat,” ungkap Kolonel Inf Sudung Malau.
Selain aspek spiritual, pembinaan juga memberikan penguatan terhadap wawasan kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah air. Sejarah perjuangan bangsa dan TNI menjadi bagian dari materi yang diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran akan besarnya tanggung jawab yang melekat pada setiap prajurit.
Sementara itu, Dandim 1313/Pohuwato Letkol Arm Fiat Suandana, S.Sos., yang diwakili Kasdim 1313/Pohuwato Mayor Cpl Moh. Ismaal, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menilai pembinaan mental, ideologi dan kejuangan sangat relevan dalam mendukung pelaksanaan tugas satuan. Kemampuan teknis dan profesionalisme harus berjalan seiring dengan kekuatan karakter, mental, dan moral setiap personel.
“Ketika mental, moral, dan spiritual terbangun dengan kuat, maka setiap prajurit dan keluarganya akan mampu menghadapi berbagai tantangan dengan optimisme, menjalankan tugas secara maksimal, menjaga kehormatan institusi, serta menjadi inspirasi dan teladan bagi masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, keluarga juga memiliki peran penting dalam menopang keberhasilan pengabdian seorang prajurit. Keharmonisan, kebersamaan, dan saling memberikan dukungan menjadi energi positif yang membantu prajurit menjalankan tugas dengan penuh ketenangan dan tanggung jawab.
Kegiatan tersebut turut dihadiri para Danramil, para Pasi Kodim 1313/Pohuwato, Ketua Persit KCK Cabang Kodim 1313/Pohuwato beserta jajaran dan anggota Persit.

Kebersamaan seluruh unsur tersebut menjadi gambaran bahwa pembinaan prajurit tidak dapat dipisahkan dari peran keluarga. Prajurit yang kuat membutuhkan landasan moral dan spiritual yang kuat, sementara keluarga yang harmonis menjadi salah satu sumber energi dalam menghadapi tantangan pengabdian.
Pada akhirnya, pembinaan mental, ideologi dan kejuangan bukan hanya tentang membentuk prajurit yang siap melaksanakan tugas, tetapi juga membangun manusia yang memiliki keteguhan hati, kecintaan kepada bangsa, kepedulian kepada sesama, serta kemampuan menjaga keharmonisan keluarga.
Dari mental yang kuat, lahir pengabdian yang tulus. Dari keluarga yang harmonis, tumbuh semangat juang yang lebih kokoh. Dan dari prajurit yang berkarakter, diharapkan hadir keteladanan yang memberi manfaat bagi satuan, masyarakat, bangsa dan negara.
Laporan : Nindar

