Dukung Gaya Hidup Berkelanjutan, Mahasiswa KKN 116 Tematik Zero Waste UNHAS Bangun Kebun Herbal Berbasis Zero Waste di RW 05 Kelurahan Laikang
GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM MAKASSAR SULSEL —— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Tematik Zero Waste Universitas Hasanuddin sukses merealisasikan program kerja kelompok bertajuk “Pemanfaatan Kompos Organik untuk Kebun Herbal Berbasis Zero Waste”. Program ini dilaksanakan di RT 01/RW 05, Kelurahan Laikang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, pada 10 Agustus 2026.
Program ini berfokus pada pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos berkualitas yang dimanfaatkan langsung untuk budidaya aneka tanaman herbal. Selain itu, program menerapkan konsep recycle dengan memanfaatkan galon bekas yang disulap menjadi pot tanaman yang menarik dan dihias bersama warga. Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada minggu ke-4 masa KKN ini meliputi pembuatan pupuk kompos mandiri, perakitan pot berbahan daur ulang, penanaman bibit tanaman herbal, hingga persiapan sistem monitoring berkala bersama warga setempat.
Kebun herbal percontohan ini ditanami berbagai jenis Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan tanaman pangan, yaitu kunyit, cabai, lengkuas, tomat, pandan wangi, kumis kucing, kemangi, serai, jahe putih, dan lidah buaya. Tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan dan sumber tanaman yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, setiap tanaman juga dilengkapi dengan barcode yang dapat dipindai menggunakan telepon genggam. Barcode tersebut memuat informasi mengenai nama ilmiah, karakteristik, manfaat, serta informasi dasar lainnya mengenai masing-masing tanaman. Inovasi ini dihadirkan untuk memberikan nilai edukatif sekaligus memudahkan warga mengenali dan memahami manfaat tanaman yang dibudidayakan di kebun herbal tersebut.

Inisiatif ini dirancang sebagai bentuk nyata kontribusi mahasiswa Universitas Hasanuddin dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Program kebun herbal ini selaras dengan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui reduksi sampah organik dari sumbernya, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui ketersediaan tanaman obat keluarga, SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui penataan ruang hijau berbasis komunitas, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dengan meminimalkan sampah organik yang berakhir di tempat pembuangan dan berpotensi menghasilkan gas metana.
Kehadiran kebun herbal percontohan ini disambut positif dan antusias oleh warga RT 01/RW 05 Laikang. Warga setempat merasa senang dan terbantu dengan adanya edukasi praktis mengenai pemanfaatan sampah dapur menjadi kompos serta pemanfaatannya sebagai media tanam yang bernilai guna. Keberadaan barcode pada setiap tanaman juga memberikan pengalaman baru bagi masyarakat dalam memperoleh informasi tanaman secara praktis dan interaktif. Masyarakat setempat turut menyampaikan harapan agar program ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan menjadi percontohan bagi lingkungan RT/RW lainnya di Kelurahan Laikang.
Melalui program ini, masyarakat diharapkan semakin terbiasa memilah dan mengolah sisa organik rumah tangga secara mandiri, sekaligus memanfaatkan kembali barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai guna. Dengan menggabungkan pengelolaan sampah, penghijauan, edukasi digital, dan pemberdayaan masyarakat, kebun herbal ini diharapkan dapat menjadi langkah sederhana dalam mewujudkan lingkungan permukiman yang asri, mandiri, dan bebas sampah sesuai dengan konsep zero waste. Sebagai bentuk keberlanjutan program, mahasiswa KKN 116 Tematik Zero Waste UNHAS memberikan amanah kepada ibu-ibu PKK di sekitar lokasi kebun untuk melanjutkan perawatan dan pemantauan tanaman sehingga manfaat program dapat terus dirasakan oleh masyarakat setelah masa KKN berakhir.
Laporan dipublish tim red

