Bikin Pantai Lawere Lebih Informatif, Mahasiswa KKN-T 116 Unhas Hadirkan Papan Petunjuk Bilingual
GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM PINRANG SULSEL —— Lotang Salo, Suppa Pengunjung Pantai Lawere, Desa Lotang Salo, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, kini dapat menemukan petunjuk menuju beberapa fasilitas wisata melalui papan informasi dalam dua bahasa. Papan tersebut menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris serta dilengkapi dengan ikon sederhana agar lebih mudah dikenali.
Pembuatan papan petunjuk ini merupakan salah satu program kerja individu Julia Rhica mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, yang dilaksanakan pada Selasa, 21 Juli 2026 di Pantai Lawere.
Program yang diberi nama Pembuatan Papan Petunjuk Wisata Bilingual (Bahasa Inggris-Indonesia) ini dibuat sebagai bentuk kontribusi dalam memberikan informasi yang lebih jelas bagi pengunjung. Papan petunjuk digunakan untuk menunjukkan arah dan beberapa fasilitas yang tersedia di kawasan Pantai Lawere.
Ide pembuatan papan tersebut muncul dari kebutuhan akan petunjuk yang dapat membantu pengunjung ketika berada di kawasan wisata. Selain menggunakan bahasa Indonesia, Julia memilih menambahkan bahasa Inggris agar informasi yang diberikan juga dapat dikenali oleh pengunjung yang tidak menggunakan bahasa Indonesia.
Saya ingin membuat papan yang memang bisa digunakan oleh pengunjung, bukan hanya untuk memenuhi program kerja. Karena saya dari Sastra Inggris, saya mencoba menerapkan bahasa Inggris dalam bentuk yang sederhana dan bisa langsung dilihat di tempat wisata,” ujar Julia.

Dalam proses pembuatannya, papan dirancang dengan tulisan yang singkat dan mudah dibaca. Beberapa informasi juga disertai ikon sehingga pengunjung dapat mengenali petunjuk tanpa harus membaca terlalu banyak tulisan. Desain tersebut disesuaikan dengan fungsi papan sebagai penunjuk arah di kawasan wisata.
Pantai Lawere sendiri merupakan salah satu kawasan wisata yang berada di Desa Lotang Salo. Desa Lotang Salo juga tercatat sebagai salah satu desa wisata di Kabupaten Pinrang.
Bagi Julia, pembuatan papan petunjuk ini menjadi kesempatan untuk menerapkan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah ke dalam kegiatan yang dapat digunakan langsung di masyarakat. Bahasa Inggris yang biasanya digunakan dalam kegiatan akademik kemudian diterapkan dalam bentuk informasi wisata yang sederhana.
Melalui papan petunjuk tersebut, Julia berharap pengunjung dapat lebih mudah mengetahui arah dan fasilitas yang ada di Pantai Lawere. Ia juga berharap papan yang telah dibuat dapat terus digunakan dan dirawat sehingga manfaatnya tidak berhenti setelah kegiatan KKN selesai.
Laporan dipublish tim red

