Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 Selesaikan Pemetaan Potensi dan Aset Sosial Desa Bonto Cinde
BANTAENG SULSEL GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM —— 7 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin telah menyelesaikan program kerja individu Pemetaan Potensi dan Aset Sosial Desa di Desa Bonto Cinde, Kecamatan Bissapu, Kabupaten Bantaeng. Kegiatan ini berfokus pada pendokumentasian kekuatan lokal serta penyusunan matriks potensi desa sebagai rujukan perencanaan pembangunan berbasis komunitas. 12 Agustus 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan berfokus pada pendokumentasian berbagai kekuatan lokal yang dimiliki desa, serta penyusunan matriks potensi desa yang nantinya akan menjadi rujukan utama dalam perencanaan pembangunan berbasis komunitas di Desa Bonto Cinde.
Melalui pemetaan ini, berbagai aset dan keunggulan yang ada di masyarakat mulai dari sumber daya alam, sumber daya manusia, hingga lembaga sosial dan budaya berhasil diidentifikasi secara sistematis. Hasil penyusunan matriks potensi desa diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas dan terstruktur mengenai apa saja yang dimiliki desa, sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung kemajuan dan kesejahteraan warga setempat.
Program ini juga menjadi langkah awal yang strategis dalam menyusun langkah-langkah pembangunan yang tepat sasaran, berakar dari kebutuhan dan ketersediaan sumber daya yang ada di masyarakat, serta melibatkan partisipasi aktif warga dalam setiap tahap perencanaannya.

Sebagai program kerja individu yang disusun oleh Arief Arraniri Zainuddin, mahasiswa KKN Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, ini dilaksanakan dengan melihat pentingnya pencatatan aset sosial masyarakat. Aset tersebut mencakup budaya gotong royong saat musim panen dan proses menggiling jagung bersama, kelancaran penyaluran bantuan pupuk resmi, serta melimpahnya ketersediaan pakan ternak.
Pemetaan ini menghasilkan dokumen matriks potensi serta Poster Kalender Aset Sosial yang diserahkan kepada pemerintah desa.
Dalam penyusunan dokumen ini, dilakukan perumusan data yang mencakup lima aspek utama potensi desa. Aspek tersebut meliputi Potensi Sumber Daya Manusia (SDM), Potensi Sumber Daya Alam (SDA), Potensi Modal Sosial, Penyelesaian Masalah Sosial, serta Sintesis Rencana Aksi Pengembangan Potensi Desa.
Hasil pemetaan tersebut memberikan gambaran objektif mengenai kondisi riil desa beserta peluang pengembangannya. Poin strategis yang dirumuskan meliputi pengolahan limbah pasca-panen jagung dan sekam menjadi briket arang komunal, pemanfaatan melimpahnya pakan untuk penambahan populasi ternak, pelibatan generasi muda dalam digitalisasi data aset desa, hingga pengintegrasian tradisi gotong royong panen dan giling jagung ke dalam kegiatan komunal warga.

Arief Arraniri Zainuddin menjelaskan bahwa penyusunan pemetaan sosial ini bertujuan untuk menyediakan data terukur mengenai modal sosial dan sumber daya desa. “Melalui pemetaan ini, kita dapat mendokumentasikan potensi desa secara nyata, mulai dari budaya gotong royong warga yang erat hingga ketersediaan pakan ternak yang melimpah. Data ini disusun untuk membantu pemerintah desa dalam melihat dan merancang bagaimana aset-aset lokal dapat dioptimalkan untuk pembangunan desa,” ujarnya.
Dengan tersusun dan diserahkannya dokumen pemetaan ini, diharapkan Pemerintah Desa Bonto Cinde memiliki data rujukan resmi dalam penyusunan program pembangunan. Pemanfaatan potensi lokal tersebut diharapkan dapat mendorong efisiensi pengelolaan hasil tani, mengatasi penumpukan limbah pertanian pasca-giling jagung, serta memperkuat ikatan gotong royong masyarakat secara berkelanjutan.
Laporan dipublish tim red

