Mahasiswa KKN UNHAS Gelombang 116 Kelompok “Inovasi Desa” Luncurkan Program Pemetaan Tanah Melalui Website DIGIDES
BARRU SULSEL GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM —- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gelombang 116 Universitas Hasanuddin kembali menghadirkan inovasi bagi desa dampingan. Kali ini, kelompok yang menamai diri “Inovasi Desa” menjalankan program kerja tim berjudul “Pemetaan Lokasi Tanah Desa Pao-Pao Melalui Website DIGIDES Sebagai Informasi Spasial Desa”.
Program ini menjadi langkah nyata dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mempermudah pengelolaan dan akses informasi wilayah di Desa Pao-Pao. Melalui website DIGIDES, seluruh data lokasi tanah di desa tersebut kini dapat dipetakan secara terstruktur, akurat, dan mudah diakses oleh perangkat desa maupun warga.
Ketua Kelompok “Inovasi Desa” menyampaikan bahwa program ini lahir untuk menjawab kebutuhan desa akan data spasial yang rapi dan terdokumentasi dengan baik. “Dengan adanya pemetaan ini, diharapkan tidak hanya memudahkan administrasi desa, tetapi juga menjadi dasar perencanaan pembangunan yang tepat sasaran di Desa Pao-Pao,” ujarnya.
Selama pelaksanaan, para mahasiswa bekerja sama dengan perangkat desa dalam proses pengumpulan data lapangan hingga penginputan ke dalam sistem website DIGIDES. Hasilnya, informasi mengenai batas-batas tanah, penggunaan lahan, serta potensi wilayah di Desa Pao-Pao kini tersaji secara visual dan dapat diakses kapan saja.

Kepala desa menyampaikan bahwa dengan adanya pemetaan digital, proses administrasi pertanahan menjadi lebih cepat dan memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi tanpa harus melalui prosedur panjang di kantor desa.
Program tersebut juga ikut dibantu oleh staf kantor desa untuk mendukung kelancaran proses input dan verifikasi data. Kerjasama antara mahasiswa KKN dan staf desa memastikan bahwa data yang dimasukkan ke dalam sistem benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan, sehingga kualitas informasi yang tersedia dapat terjaga.
Masyarakat Desa Pao-Pao menyambut baik inovasi ini karena memudahkan masyarakat untuk melihat informasi dan mengurangi potensi konflik lahan. Kehadiran mahasiswa KKN 116 kelompok “Inovasi Desa” tidak hanya membawa solusi teknologi, tetapi juga memperkuat kerjasama antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun tata kelola desa yang lebih modern.
Laporan dipublish tim red

