Mahasiswa KKN T 116 Melakukan Pelatihan Dan Pendampingan Peluang Usaha Potensi Limbah Tongkol Jagung di Desa Bonto Cinde Yang Belum Tergarap Secara Optimal
BANTAENG SULSEL GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM ——- Potensi Limbah Tongkol Jagung di Desa Bonto Cinde belum tergarap secara Optimal dan menumpuk dalam jumlah besar setiap kali panen tiba. Sayangnya, limbah hasil pertanian yang sebenarnya bernilai ini masih banyak yang hanya dibuang, dibakar, atau dibiarkan membusuk begitu saja, belum diolah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan memiliki nilai jual (31/07/2026.) 11 Agustus 2026.
Jagung merupakan salah satu komoditas utama yang dibudidayakan warga desa ini. Setiap panen raya, ratusan kilogram tongkol jagung menjadi sisa yang tidak lagi digunakan. Selama ini, sebagian besar petani hanya membuangnya begitu saja, padahal limbah tersebut mengandung potensi besar jika diolah dengan tepat.
“Setiap musim panen, tongkol jagung banyak sekali numpuk di sekitar ladang dan rumah warga. Sayang sekali, kebanyakan hanya dibakar atau dibuang. Padahal kalau diolah, pasti bisa jadi sesuatu yang berguna dan bahkan bisa menambah pendapatan keluarga,” ungkap salah seorang warga Desa Bonto Cinde.
Berbagai penelitian dan praktik di banyak daerah membuktikan bahwa tongkol jagung dapat diolah menjadi beragam produk bernilai ekonomi. Mulai dari bahan baku pembuatan briket arang sebagai bahan bakar alternatif, media tanam jamur merang, pakan ternak yang difermentasi, hingga bahan baku kerajinan tangan dan pupuk organik .

Dengan jumlah limbah yang terus bertambah setiap musim panen, diperlukan upaya nyata untuk mengubah pola pikir serta memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat agar limbah tongkol jagung tersebut tidak lagi menjadi sampah yang mengganggu, melainkan berubah menjadi sumber pendapatan baru yang berkelanjutan.
Karena banyaknya limbah tongkol jagung yang terdapat di Desa Bonto Cinde dan belum dimanfaatkan secara optimal, diperlukan upaya untuk mengolah limbah tersebut menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan memiliki nilai jual.
Salah satu pemanfaatannya adalah dengan menjadikan tongkol jagung sebagai bahan baku arang briket. Pemanfaatan ini tidak hanya dapat mengurangi limbah pertanian yang ada di desa, tetapi juga dapat menjadi peluang usaha bagi masyarakat dengan memanfaatkan bahan yang sebelumnya kurang bernilai.
Agar produk arang briket yang dihasilkan dapat dikenal lebih luas dan menarik minat konsumen, diperlukan pengemasan yang baik serta strategi pemasaran yang tepat.

Kemasan yang menarik, rapi, dan memiliki informasi yang jelas dapat meningkatkan nilai dan kepercayaan konsumen terhadap produk, sedangkan media sosial dapat digunakan sebagai sarana promosi yang mudah dan murah untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas.
Oleh karena itu, melalui program KKN berupa Pelatihan Pengemasan Produk dan Pemanfaatan Media Sosial untuk meningkatkan Promosi Arang Briket Tongkol Jagung, masyarakat diharapkan dapat memahami cara memilih dan menggunakan kemasan yang sesuai serta menerapkan strategi pemasaran digital secara sederhana.
Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat Desa Bonto Cinde dalam mengembangkan limbah tongkol jagung menjadi produk yang lebih bernilai, meningkatkan daya tarik dan pemasaran arang briket, serta membuka peluang pengembangan usaha yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Laporan dipublish tim red

