Mahasiswa KKN Unhas Ajak Siswa Kenali Gempa dan Tsunami Sejak Dini
GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM MAJENE SULBAR ——– Mahasiswa KKN Unhas kembali menghadirkan program edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat melalui kegiatan berjudul “Kenali Gempa bumi dan tsunami: aman saat bencana, selamatkan diri kita.” di Desa Sendana, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Kamis (06/08/2026).
Program yang dijalankan oleh para mahasiswa KKN Tematik Desa Wisata Universitas Hasanuddin di SDN. No. 42 Inpres Palipi ini digelar untuk menanamkan pemahaman dasar kepada peserta didik agar lebih siap dan tenang menghadapi potensi bencana alam yang dapat terjadi kapan saja. Kegiatan ini menjadi penting karena Indonesia merupakan wilayah yang rawan gempa bumi dan tsunami akibat pertemuan tiga lempeng besar dunia.
Dalam penyampaian materinya, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa gempa bumi adalah getaran yang terjadi secara tiba-tiba di permukaan bumi akibat pergeseran dan tabrakan lempeng di dalam bumi. Penjelasan itu disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh siswa, sehingga mereka dapat mengenali bahwa gempa bukan sekadar guncangan biasa, melainkan peristiwa alam yang perlu dihadapi dengan sikap waspada. Selain itu, peserta juga dikenalkan pada tsunami sebagai gelombang laut besar dan kuat yang dapat terjadi akibat gempa bawah laut, letusan gunung api di laut, maupun longsor di dasar laut.

Tidak hanya memberi pengetahuan dasar, program ini juga menekankan langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa terjadi. Sebelum bencana, peserta diajak mengenali rumah dan sekolah, menyiapkan tas siaga, menghafal titik kumpul, serta memahami pentingnya latihan gempa bersama. Saat gempa berlangsung, mereka diajarkan untuk merunduk, berlindung di bawah meja yang kuat, melindungi kepala, serta menjauhi benda-benda berbahaya. Setelah gempa, peserta diingatkan untuk keluar dengan tenang, menjauhi bangunan yang retak, dan tetap waspada terhadap gempa susulan.
Materi juga menyoroti kesiapsiagaan menghadapi tsunami, terutama bagi wilayah pesisir. Peserta diberi pemahaman bahwa jika merasakan gempa yang kuat atau berlangsung lama, mereka harus segera menjauhi pantai dan mencari tempat yang lebih tinggi. Mereka juga diarahkan untuk memperhatikan informasi resmi dari BMKG melalui televisi, radio, atau pengumuman setempat. Bila sirine peringatan berbunyi, langkah utama adalah segera mengungsi dengan mengikuti jalur evakuasi yang telah ditentukan. Pada bagian ini, mahasiswa KKN turut menjelaskan tanda peringatan seperti awas, siaga, dan waspada agar siswa lebih mengenali tingkat bahaya yang mungkin muncul.
Agar penyampaian materi lebih menarik, kegiatan ini juga diselingi dengan sesi kuis interaktif. Melalui kuis tersebut, peserta diajak menjawab pertanyaan seputar penyebab gempa, tindakan yang tepat saat berada di kelas ketika gempa terjadi, pengertian tsunami, hingga langkah yang harus dilakukan saat berada di pantai. Cara ini membuat suasana belajar menjadi lebih hidup dan menyenangkan, sekaligus membantu siswa mengingat kembali poin-poin penting yang sudah dijelaskan. Di akhir kegiatan, peserta juga diajak menyimpulkan bahwa kesiapsiagaan merupakan kunci utama dalam menyelamatkan diri saat bencana datang.

Seorang guru yang mendampingi kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program edukasi ini. Ia menilai materi yang dibawakan sangat mudah dipahami oleh siswa dan memberikan bekal penting sejak dini. “Program seperti ini sangat bermanfaat karena anak-anak jadi tahu langkah yang harus dilakukan saat gempa dan tsunami dengan cara yang sederhana, menarik, dan mudah diingat,” ujarnya. Menurutnya, edukasi kebencanaan seperti ini perlu terus dilakukan agar siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap menjaga keselamatan diri ketika menghadapi situasi darurat.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Tematik Gelombang 116 Universitas Hasanuddin tidak hanya hadir sebagai pelaksana pengabdian, tetapi juga sebagai penggerak literasi kebencanaan di lingkungan sekolah. Harapannya, pengetahuan yang dibagikan dapat menjadi bekal berharga bagi siswa untuk lebih sigap, tenang, dan selamat saat bencana benar-benar terjadi.
Laporan dipublish tim red

