Mahasiswa KKN-T Unhas Laksanakan Sosialisasi Pengelolaan Sampah Organik Melalui Penerapan Lubang Resapan Biopori di Kelurahan Maccini Baji
MAROS SULSEL GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS COM ——–, 08 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin, Muh. Chairil Anwar dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin, melaksanakan program kerja individu bertajuk “Sosialisasi Pengelolaan Sampah Organik melalui Penerapan Lubang Resapan Biopori di Lingkungan Masyarakat” di beberapa Rukun Warga (RW) yang berada di Kelurahan Maccini Baji, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros.
Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, yaitu 5–8 Agustus 2026, secara bertahap dan bergantian di beberapa RW agar dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Program kerja ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah organik melalui penerapan lubang resapan biopori sebagai salah satu teknologi sederhana yang ramah lingkungan.
Selain berfungsi sebagai media pengelolaan sampah organik rumah tangga, lubang resapan biopori juga berperan dalam meningkatkan daya resap air ke dalam tanah, mengurangi potensi genangan air, serta menghasilkan kompos yang dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman.
Dalam setiap pelaksanaan kegiatan, masyarakat diberikan sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik sejak dari lingkungan rumah tangga. Materi yang disampaikan meliputi jenis-jenis sampah organik, dampak negatif penumpukan sampah terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan, manfaat pengelolaan sampah secara berkelanjutan, serta konsep dan fungsi lubang resapan biopori sebagai salah satu alternatif pengelolaan sampah yang mudah diterapkan oleh masyarakat.

Selain penyampaian materi, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai tahapan pembuatan lubang resapan biopori, mulai dari pemilihan lokasi, proses pembuatan lubang, pemasangan pipa biopori, hingga pemanfaatan sampah organik sebagai bahan pengisi. Sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang akan mengalami proses dekomposisi secara alami sehingga menghasilkan kompos yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik bagi tanaman di pekarangan rumah.
Sebagai bentuk implementasi nyata dari kegiatan sosialisasi, mahasiswa bersama masyarakat telah melaksanakan pembuatan dan pemasangan lubang resapan biopori pada rumah yang menjadi perwakilan di setiap RW di Kelurahan Maccini Baji. Kegiatan ini bertujuan memberikan contoh penerapan secara langsung kepada masyarakat mengenai tata cara pembuatan, penggunaan, dan pemeliharaan lubang resapan biopori. Lokasi-lokasi tersebut diharapkan dapat menjadi sarana percontohan yang mampu mendorong masyarakat untuk mereplikasi penerapan biopori secara mandiri di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Pelaksanaan pembuatan lubang resapan biopori dilakukan secara bertahap mengikuti jadwal sosialisasi di setiap RW selama periode 5–8 Agustus 2026. Dalam prosesnya, masyarakat dilibatkan secara aktif mulai dari penentuan lokasi, pembuatan lubang, pemasangan pipa biopori, hingga pengisian sampah organik ke dalam lubang. Keterlibatan masyarakat secara langsung diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah organik sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan serta berbagai pertanyaan yang diajukan mengenai teknik pembuatan, pemeliharaan, dan manfaat lubang resapan biopori. Pelaksanaan kegiatan secara bergiliran di beberapa RW memberikan kesempatan kepada masyarakat di berbagai wilayah Kelurahan Maccini Baji untuk memperoleh pemahaman yang merata mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik berbasis lingkungan.

Respon positif juga disampaikan oleh masyarakat terhadap pelaksanaan program kerja tersebut. Beberapa warga menyampaikan bahwa penerapan lubang resapan biopori merupakan inovasi yang sederhana, mudah diterapkan, dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan maupun bagi masyarakat yang memiliki hobi berkebun.
Salah seorang warga mengungkapkan, “Ini bagus untuk saya yang suka tanaman, karena selain lingkungan menjadi lebih bersih, sampah organik juga dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman.” Tanggapan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya memahami manfaat biopori dalam mengurangi timbunan sampah organik, tetapi juga menyadari potensi pemanfaatannya sebagai sumber pupuk organik yang bernilai guna bagi tanaman.
Melalui pelaksanaan program kerja ini diharapkan masyarakat mampu menerapkan pengelolaan sampah organik secara mandiri dan berkelanjutan melalui pemanfaatan lubang resapan biopori. Selain berkontribusi dalam mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, penerapan biopori juga diharapkan dapat meningkatkan daya resap air tanah, mengurangi risiko genangan, menghasilkan kompos organik, serta menciptakan lingkungan permukiman yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Program kerja ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin kepada masyarakat dalam mendukung pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.
Diharapkan kegiatan yang dilaksanakan pada 5–8 Agustus 2026 ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik sejak dari tingkat rumah tangga, sekaligus mendorong penerapan lubang resapan biopori secara lebih luas di seluruh wilayah Kelurahan Maccini Baji, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros sebagai upaya mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Laporan dipublish tim red
