DORONG DAYA SAING UMKM, KKN-T 116 DIGITALISASI DESA UNHAS WUJUDKAN BRANDING DAN PEMBAYARAN DIGITAL DI DESA LENTU
JENEPONTO SULSEL GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM ——- Mahasiswa KKN-T 116 Digitalisasi Desa Universitas Hasanuddin di bawah bimbingan Dosen Pendamping KKN (DPK), Pak Dr. Hasan Basri, SKM,melaksanakan program kerja “Digitalisasi UMKM Desa melalui Penguatan Branding dan Akses Pembayaran
Digital” di Desa Lentu, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto.
Program ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang mendukung pencapaian SDGs Universitas Hasanuddin, khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendorong transformasi digital UMKM.
Program ini bertujuan meningkatkan daya saing pelaku UMKM melalui penguatan identitas usaha, perluasan media promosi, serta penerapan sistem pembayaran digital yang lebih mudah, aman, dan praktis. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan pendampingan berupa pembuatan logo
usaha sebagai identitas bisnis, desain spanduk dan media promosi, pembuatan media sosial usaha,
pendaftaran lokasi usaha melalui Google Maps, serta aktivasi QRIS sebagai metode pembayaran digital untuk mempermudah transaksi antara pelaku usaha dan pelanggan.
Melalui program tersebut, sebanyak 7 UMKM di Desa Lentu telah memperoleh pendampingan digitalisasi usaha. Pendampingan ini diharapkan mampu membantu pelaku UMKM memperkuat
identitas usahanya, meningkatkan daya tarik produk, memperluas jangkauan pemasaran, serta meningkatkan kemampuan usaha dalam beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital.

Salah satu pelaku UMKM Desa Lentu, Tante Supi, menyampaikan apresiasinya terhadap program yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-T 116 Digitalisasi Desa Universitas Hasanuddin. “Program ini sangat bermanfaat bagi kami yang khususnya belum memiliki identitas yang kuat.
Harapan kami, usaha ini bisa dikenal oleh konsumen yang ada di Desa Lentu maupun masyarakat luas lainnya,” ujar Tante Supi.
Menurutnya, pendampingan tersebut memberikan manfaat dalam memperkenalkan produk, sekaligus membangun citra usaha yang lebih profesional.”Sekretaris Desa Lentu turut mengapresiasi program kerja yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-T 116 Digitalisasi Desa Universitas Hasanuddin. Ia menilai bahwa program ini memberikan
manfaat bagi pelaku usaha maupun masyarakat dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.
“Kami sebagai perangkat Pemerintah Desa sangat mengapresiasi dengan adanya program kerja ini, di mana program ini bertujuan untuk memudahkan para pelaku usaha dan pelanggan dalam bertransaksi,” ujarnya.
Ia juga berharap program digitalisasi UMKM tersebut dapat memberikan dampak positif dan
berkelanjutan bagi perkembangan usaha masyarakat Desa Lentu.

“Besar harapan kami agar ketika program ini berjalan bisa berdampak positif dalam jangka
panjang bagi pelaku UMKM, terkhusus di Desa Lentu,” tambahnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-T 116 Digitalisasi Desa Universitas Hasanuddin berharap UMKM Desa Lentu semakin berkembang, memiliki identitas usaha yang kuat, serta mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai strategi untuk meningkatkan daya saing dan kesejahteraan pelaku usaha. Program ini juga menjadi wujud nyata implementasi SDGs Universitas Hasanuddin, khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat dan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, serta masyarakat dalam mewujudkan pembanguna
Laporan dipublish tim redaksi
