Dorong Ekonomi Desa, Mahasiswa KKN-T UNHAS Inovasi Pengolahan Wortel Jadi Keripik di Desa Bonto Daeng
BANTAENG SULSEL GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM ——– Rendahnya nilai tambah hasil pertanian lokal menjadi salah satu alasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Posko 1 Universitas Hasanuddin menggelar program kerja yang bertajuk “Inovasi Pengolahan Wortel Menjadi Keripik Wortel Sebagai Upaya Peningkatan Nilai Tambah dan Ekonomi Masyarakat Desa Bonto Daeng” di Desa Bonto Daeng, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, Jum’at (24/7).
Program ini merupakan program kerja individu yang digagas oleh A. Tenri Ajeng, mahasiswa KKN-T UNHAS, sebagai upaya mendorong pemanfaatan wortel tidak hanya sebagai bahan konsumsi segar tetapi juga sebagai produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat melihat potensi wortel sebagai peluang usaha rumahan yang sederhana namun bermanfaat bagi peningkatan ekonomi keluarga.
Kegiatan ini diawali dengan penyampaian materi mengenai manfaat pengolahan hasil pertanian menjadi produk pangan bernilai ekonomi. Kemudian di perkenalkan bahan-bahan yang digunakan serta langkah-langkah pembuatan keripik wortel secara sederhana agar mudah dipahami dan dipraktikkan oleh masyarakat.

“Kami ingin masyarakat melihat wortel tidak hanya dijual mentah, tetapi bisa diolah menjadi produk yang lebih menarik dan punya nilai jual,” ujarnya.
Dalam sesi praktik, masyarakat diperlihatkan proses pengolahan wortel mulai dari pembersihan, pengirisan, pencampuran bumbu hingga penggorengan dan pengemasan produk. Selain itu, juga diberikan penjelasan mengenai pentingnya menjaga kebersihan, komposisi bahan, dan tampilan kemasan agar produk lebih menarik serta layak dipasarkan.
Masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut tampak antusias dan memberikan respon positif terhadap program kerja yang dilaksanakan. Beberapa peserta mengaku tertarik untuk mencoba membuat keripik wortel di rumah dan bahkan mengembangkan usaha kecil-kecilan.
Laporan dipublish tim (**/red)

