Sinergi Pendidikan Inklusif PKBM Nadya Bulukumba dan Yayasan Pendidikan Umboh Sambut Delegasi UNICEF Indonesia
BULUKUMBA GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM —— Langkah progresif dalam memajukan kualitas pendidikan non-formal di Kabupaten Bulukumba kembali mendapat perhatian dari skala nasional hingga internasional. Baru-baru ini, Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nadya Bulukumba bersama Ketua Yayasan Pendidikan Umboh, Fatmawati Umboh, S.Pd., M.Pd., menerima kunjungan istimewa dari perwakilan UNICEF Indonesia Jakarta.Sabtu 16 Mei 2026
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh diskusi produktif ini menjadi momentum strategis bagi kedua lembaga untuk memaparkan capaian serta tantangan dalam mengimplementasikan pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi anak-anak di wilayah Bulukumba.
Kolaborasi untuk Kesejahteraan Pendidikan Fatmawati Umboh, S.Pd., M.Pd., yang dikenal sebagai sosok penggerak pendidikan, menyampaikan bahwa kunjungan perwakilan UNICEF ini merupakan bentuk apresiasi terhadap konsistensi yayasan dalam menjangkau anak-anak putus sekolah dan memberikan ruang belajar yang bermartabat.

“Kehadiran tim UNICEF Indonesia di tempat kami bukan sekadar kunjungan formal. Ini adalah ruang diskusi mendalam mengenai bagaimana kita bisa menyelaraskan standar pendidikan global dengan kearifan lokal, serta memastikan bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, mendapatkan hak pendidikan yang layak,” ujar Fatmawati dalam sela-sela pertemuan tersebut.
Fokus pada Masa Depan Anak Dalam dialog tersebut, perwakilan UNICEF Indonesia menyoroti pentingnya penguatan kapasitas tutor, metode pembelajaran yang ramah anak, serta pentingnya keberlanjutan program pendidikan keterampilan di PKBM Nadya. UNICEF memberikan apresiasi tinggi terhadap model pengelolaan pendidikan yang dilakukan oleh Yayasan Pendidikan Umboh, yang dinilai mampu beradaptasi cepat dengan kebutuhan generasi muda masa kini.
Ketua PKBM Nadya Bulukumba menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi suntikan motivasi bagi seluruh tenaga pendidik.

“Kami ingin menjadikan PKBM Nadya sebagai pusat pembelajaran yang tidak hanya memberikan ijazah, tetapi juga membekali siswa dengan life skills yang relevan dengan tantangan zaman. Dukungan dan arahan dari UNICEF tentu menjadi kompas yang berharga bagi langkah kami ke depan,” ungkapnya.
Harapan untuk Masa Depan Kunjungan ini diakhiri dengan peninjauan fasilitas belajar dan interaksi langsung antara pihak UNICEF dengan peserta didik di PKBM Nadya. Semangat yang terpancar dari para siswa menyiratkan harapan besar bahwa pendidikan non-formal di Bulukumba kini semakin diakui dan memiliki masa depan yang cerah.
Melalui sinergi ini, diharapkan akan muncul program-program lanjutan yang semakin memperluas jangkauan pendidikan bagi anak-anak yang belum tersentuh oleh sistem pendidikan formal, menjadikan Bulukumba sebagai barometer pendidikan inklusif di Sulawesi Selatan.
Laporan dipublish tim red : Arya
