BBM bersubsidi menjadi problem di kabupaten takalar
Takalar gerbang Indonesia timur com
Minggu 3 mei 2026 —-Kebutuhan bahan bakar minyak BBM sangatlah dibutuhkan oleh seluruh warga negara,’ Kebutuhan terhadap BBM bukan hanya pada kalangan atas dan menengah,namun juga masyarakat kecil,
Oleh karena itu pemerintah membuat program BBM bersubsidi bagi masyarakat kecil yang kurang mampu’ Namun dibeberapa wilayah khusus di kabupaten takalar Sulawesi Selatan Indonesia mengalami kelangkaan BBM,
Terlihat banyaknya SPBU mengalami kekosongan stok untuk di jual kemasyarakat, Dan ada pula SPBU mengalami antrian sangat panjang hingga ke bahu jalan, terlihat truk dan motor menunggu antrian pengisian BBM
Kelangkaan BBM bersubsidi diduga karena banyaknya oknum SPBU yang menyalahgunakan dengan menjual kepada para pembeli yang menggunakan jerigen dengan jumlah yang banyak
Dan yang sangat mengherankan beberapa alat berat excavator yang beroperasi di kabupaten takalar dengan mudahnya mendapatkan BBM berupa solar bersubsidi
Di pulau tanakeke kabupaten takalar terdapat alat berat excavator yang beroperasi mengeruk tambak atau Empang milik masyarakat di Pulau tersebut yang diduga kuat tidak memiliki izin operasional dan izin AMDAL yang akan mencemari ekosistem laut dan merusak tanaman mangro

Kendaraan tersebut juga diduga kuat menggunakan BBM bersubsidi yang mana harus menggunakan BBM non subsidi atau BBM industri
Para mafia BBM bukan hanya melibatkan penjual,namun juga para pembeli yang sangat lihai mengelabui petugas ataupun wartawan sebagai sosial kontrol
Masyarakat berharap agar pemerintah dan penegak hukum di wilayah tersebut melakukan pengawasan dan pencegahan penyalahgunaan BBM bersubsidi bagi masyarakat kecil
Kasus penimbunan dan penyalahgunaan BBM di wilayah wilayah pulau di Sulawesi Selatan sangat rawan dan sudah lama terjadi
Mungkin karna sulitnya pengawasan dari pihak yang berwenang dikarenakan jauh dari darat
BBM tersebut di angkut menggunakan perahu jolloro dari Dermaga takalar lama kecamatan mappakasungguh menuju pulau tanakeke
Laporan dipublish tim redaksi : Ansyar

