Lelah Menanti Pemerintah, Warga Patori Swadaya Bangun Jalan Ruas Patori – Tanaberu
GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM SELAYAR —–– Tak ingin terus-menerus terjebak dalam kondisi infrastruktur yang memprihatinkan, masyarakat Dusun Patori, Desa Pamatata, Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar, akhirnya mengambil langkah nyata. Minimnya perhatian dari pemerintah daerah memaksa warga untuk turun tangan secara swadaya membangun akses jalan penghubung ruas Patori – Tanaberu.
Aksi gotong royong massal ini diinisiasi oleh tokoh pemuda setempat, khususnya mereka yang tengah berada di perantauan serta para pelaut asal Patori. Mereka merasa terpanggil untuk memperbaiki akses vital tersebut demi kelancaran aktivitas warga di kampung halaman.
Gotong Royong Dua Kali Sepekan
Kegiatan pembangunan jalan ini telah berlangsung sejak 18 April 2026. Masyarakat sepakat menyisihkan waktu dua kali dalam sepekan, yakni setiap hari Sabtu dan Ahad, untuk bekerja bersama-sama.

Hingga memasuki hari kelima pengerjaan pada Minggu (26/04/2026), progres pembangunan menunjukkan hasil yang signifikan. Jalan rabat beton dengan lebar 3 meter dan ketebalan rata-rata 7 cm telah terbangun sepanjang 125 meter. Proyek mandiri ini sejauh ini telah menghabiskan sedikitnya 124 zak semen yang didapat dari hasil sumbangan.
Akses Vital Pendidikan dan Kesehatan
Ilyas, salah satu tokoh pemuda di Patori, menjelaskan bahwa jalan tersebut merupakan urat nadi bagi warga. Kerusakan jalan yang sudah berlangsung lama sangat menghambat mobilitas, terutama bagi anak-anak sekolah.
”Jalan ruas Patori – Tanaberu ini adalah akses utama masyarakat dan anak-anak kami menuju sekolah, pasar, hingga ke puskesmas. Karena itulah, rekan-rekan pemuda perantau berinisiatif menggalang sumbangan agar perbaikan ini bisa segera terwujud,” ujar Ilyas.
Ia juga menyampaikan apresiasi yang mendalam atas solidaritas warga Patori yang ada di luar daerah. “Terima kasih kepada saudara-saudara dan senior di perantauan yang selalu memberikan perhatian dan tidak pernah lupa dengan kampung halamannya,” tambahnya.

Harapan untuk Pemerintah
Senada dengan Ilyas, Pasriadi yang merupakan tokoh pemuda dari kalangan pelaut, menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari rasa jenuh melihat kondisi jalan yang rusak bertahun-tahun tanpa ada tanda-tanda perbaikan dari instansi terkait.
“Jalan ini dibangun secara swadaya karena sudah lama mengalami rusak parah. Keterlibatan semua pihak, mulai dari perantau hingga warga yang menetap di sini, adalah bukti bahwa kami tidak bisa lagi hanya menunggu,” pungkas Pasriadi saat ditemui di lokasi kegiatan.
Aksi nyata warga Patori ini menjadi potret sekaligus tamparan keras bagi pemangku kebijakan, bahwa kebutuhan akan infrastruktur dasar tidak bisa ditunda, apalagi jika menyangkut masa depan pendidikan dan kesehatan masyarakat di pelosok desa.
Laporan dipublish tim (ibm)

