Perdana, Aswadi Hamid Gandeng HIMAGRO FAPERTAHUT UMMA Inisiasi Tudang Sipulung Prodi Agroteknologi, WR 1 Beri Apresiasi
MAROS SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS COM ———- Suasana Gedung Baruga B Kantor Bupati Maros tampak berbeda pada Minggu, 26 April 2026. Sejumlah alumni, akademisi, praktisi, hingga aparat hadir dalam sebuah agenda perdana bertajuk Tudang Sipulung Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan Universitas Muslim Maros (FAPERTAHUT UMMA) yang diinisiasi oleh Aswadi Hamid, S.P., yang telah di-yudisium per tanggal 3 Maret 2026.
Kegiatan yang bertemakan “Eratkan Kebersamaan, Kokohkan Persaudaraan, Wujudkan Agroteknologi Unggul” ini menjadi momentum penting dalam mempererat kolaborasi lintas sektor, khususnya di bidang Agroteknologi.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Rektor 1 UMMA bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Muhammad Nurjaya, S.Sos., M.Si., Kapolsek Turikale, Syaifuddin, Perwakilan Kepala UPT BPTPH Prov. Sulawesi Selatan, Abdul Kadir, Perwakilan Kepala BSMB-TPH Prov. Sulawesi Selatan, Wahidin, S.E. Ketua Program Studi Agroteknologi FAPERTAHUT UMMA, Dr. Andi Herwati, S.P., M.Si., Koordinator MKU UMMA, Dr. Ir. Bibiana Rini Widiati Giono, M.P., Ketua MPO HIMAGRO FAPERTAHUT UMMA, Aswadi Hamid, S.P., Ketua Umum HIMAGRO FAPERTAHUT UMMA, Muh. Asral, S., Perwakilan HMPS dan UKM.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor 1 UMMA bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Muhammad Nurjaya, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi khusus kepada Aswadi Hamid, S.P. yang dinilai sebagai “jenderal lapangan” di balik terselenggaranya kegiatan Tudang Sipulung Agroteknologi ini.
“Secara pribadi kami sangat mengapresiasi Bung Aswadi Hamid yang telah menginisiasi kegiatan ini hingga bisa terlaksana dengan baik. Ini bukan hanya soal kuantitas, tapi bagaimana kualitas itu kita tunjukkan,” ujar Muh. Nurjaya.

Lebih lanjut, ia mengibaratkan hubungan antara universitas, fakultas dan program studi seperti satu tubuh yang utuh, dari kepala hingga kaki. “Jika universitas adalah kepalanya, fakultas adalah badannya maka program studi adalah kaki-kakinya yang menopang instansi. Jadi penguatan di tingkat prodi sangatlah penting,” tambah Muh. Nurjaya.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi sebagai kunci keberhasilan organisasi. “Tidak ada organisasi yang maju sendirian. Semua butuh kerja sama, komunikasi, dan interaksi,” tegasnya.
Salah satu momen menarik dalam kegiatan ini adalah penampilan Mars HIMAGRO FAPERTAHUT UMMA ciptaan Bung Aswadi Hamid tahun 2024 lalu yang disebut-sebut mampu merepresentasikan visi universitas sebagai pelestari lingkungan dan kearifan lokal.

“Saya sangat terkesima dengan mars himagro nama saya disebut dua kali seakan saya dibuatkan lagu namun hal yang sangat luar biasa adalah kemampuan kita membuat suatu kalimat dalam bait lagu menuangkan visi kampus menjadi bait-bait lagu. Hal ini dinilai sebagai bukti bahwa mahasiswa memiliki energi dan potensi besar untuk berkontribusi nyata bagi institusi UMMA,” ujar Muh. Nurjaya
Menutup sambutannya, Wakil Rektor 1 UMMA berharap kegiatan ini menjadi pemantik semangat baru dalam membangun organisasi yang lebih solid dan berdaya guna.
“Prestasi, rezeki, dan penghargaan itu berbanding lurus dengan kebaikan. Jika ingin sukses, maka perbanyaklah kebaikan. Melalui organisasi ini, kita bisa menebar lebih banyak hal positif,” pungkas Muh. Nurjaya.
Kegiatan Tudang Sipulung Prodi Agroteknologi FAPERTAHUT UMMA ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat silaturahim, membangun komunikasi, serta mendorong sinergi antara mahasiswa, dosen, alumni, dan berbagai pihak terkait demi kemajuan institusi dan masyarakat luas.
Laporan : Asham-INAGRO22
Penulis : Zainal Arifin, S.Hut

