Tim Perwakilan Warga Maros Pangkep, Terdampak Pembebasan Lahan Rel KA, Kembali Mendatangi BPN Prov, Sul Sel
MAKASSAR SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM ———- Tim perwakilan warga dari Maros dan Pangkep yang terdampak proyek pembebasan lahan untuk pembangunan rel kereta api di wilayah mereka, kembali mendatangi Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sulawesi Selatan. Kedatangan mereka kali ini merupakan upaya lanjutan untuk mencari kejelasan dan percepatan penyelesaian terkait ganti rugi serta berbagai permasalahan hak atas tanah yang belum tuntas.Senin 21/07/2025.
Para warga berharap BPN dapat segera memberikan solusi konkret dan memastikan proses pembebasan lahan berlangsung secara transparan dan adil, mengingat proyek ini telah lama berjalan namun masih menyisakan banyak persoalan bagi masyarakat pemilik lahan.khusus’nya Kabupaten Maros Pangkep Kepulauan
Warga terdampak pembangunan jalur rel kereta api di Sulawesi Selatan kembali kecewa pasalnya sudah seringkali menyuarakan desakan kuat kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi, sebagai pihak yang bertanggung jawab penuh atas proses pengadaan dan pembebasan tanah. Mereka menuntut BPN segera menuntaskan berbagai persoalan terkait ganti rugi lahan yang tak kunjung usai, termasuk kejelasan nilai kompensasi yang adil dan kepastian pembayaran.
Proyek strategis nasional ini, yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan perekonomian, kini terhambat oleh lambatnya penyelesaian pembebasan lahan, menyebabkan ketidakpastian dan kerugian bagi ratusan kepala keluarga yang tanahnya terkena dampak proyek tersebut.

Masyarakat berharap BPN dapat bertindak lebih transparan, akuntabel, dan proaktif dalam menyelesaikan setiap sengketa, demi kelancaran pembangunan dan keadilan bagi seluruh pihak.
Kehadiran mereka untuk kembali memastikan jawaban balasan surat yang sebelumnya dikirimkan melalui Dirjen Perhubungan,” Oleh Kanwil BPN, Provensi Sulawesi Selatan Jl. Opu Daeng Risadju No.438, Baji Mappakasunggu, Kec. Mamajang, Kota Makassar
Merekapun hanya mendapatkan jawaban yang tidak memuaskan, dan hanya itu saja, terus yang selalu disampaikan,” Dari para pemangkuh Jabatan,” Bahwa Suratnya sudah dikonsep, dengan sedemikian detail dan tinggal dirapatkan, dalam pertemuan, apa seharus direvisi ulang, Ucap salah seorang perwakilan, warga yang sangat ngotot mengharapkan kepastian bukan hanya janji janji meluluh, menurutnya butuh pembuktian
Laporan dipublish tim red

