YBH Pertanyakan Penanganan Dugaan Penyalahgunaan BBM Ilegal di SPBU Daya
MAKASSAR SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM ——- Ketua Umum Yayasan Bantuan Hukum (YBH) Hadi Soetrisno, SH mempertanyakan tindak lanjut dugaan penangan dugaan penyalahgunaan BBM Subsidi jenis Solar yang beberpa waktu lalu sempat diamankan oleh Tim Resmob Polda Sulsel.Adapun dari informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, menjelaskan bahwa pada 13 April dini hari Tim Resmob Polda Sulsel berhasil menggagalkan dugaan penyalahgunaan BBM Subsidi yang diduga adanya kerja sama oknum dari pihak SPBU Daya di Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Makassar. Sabtu 19 April 2025.
Dimana dari kejadian tersebut, dari beberpa informasi, diketahui, Tim Resmob Polda Sulsel mengamakan 4 orang terduga pelaku baik dari pihak oknum SPBU dan dari pelaku usaha serta turut mengamankan 3 unit kendaraan roda empat jenis truk.

Atas Kinerja tersebut YBH memberikan apresiasi kepada TIM Resmob Polda Sulsel dalam memberantas para pelaku illegal BBM Subsidi utamanya jenis Solar, dan diharapkan pekerjaan ini jangan setengah-setengah tapi wajib tuntas, agar memberikan efek jera dan ultimatum kepada pengusaha nakal lainnya.
Adapun dari perusahaan yang terjaring, berdasarkan wartawan yang biasa mangkal di SPBU tersebut diduga milik PT Rajawali Amanah Energi yang beralamat di Galangan Kapal II Kota makassar dan dikelola oleh mantan Narapidana Teroris (Eks Napiter) berinisial AAM. Dan adapun yang diungkap sumber, bahwa salah seorang staf yang biasa mengawal kendaraan yang diduga kerap MENCURI BBM Subsidi milik rakyat tersebut Berinisial AC turut diamankan.

Dari kejadian tersebut, sejumlah pihak media dan LSM di Makassar telah memonitor dan tanpa mendahului kinerja Aparat Penegak Hukum (APH) dengan menunggu release, namun hingga berita ini ditayangkan belum ada informasi dari Pihak terkait tentang kejadian tersebut, bahkan kuat dugaan orang yang diamankan beserta unitnya telah dibebaskan.
Dari wawancara investigasi, Sumber AC mengakui persoalan tersebut telah selesai dan kerap menyebut nama Pak Dir, tentunya ini adalah tugas dari intansi Berseragam cokelat untuk mengorek lebih jauh siapa nama yang dimaksud sehingga tidak menimbulkan adanya multi tafsir di masyarakat,bahkan menurut AC selama (Uang) koordinasi dengan Pak Dir masih berlangsung semua akan aman-aman saja.
Harap dikonfirmasi lebih lanjut sebelum tayang (Untuk dikembangkan) dan menerapkan hak tolak guna perlindungan nara sumber
Laporan Tim Investigai (**/GIT )

