MAROS SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS COM ——————- Banjir yang melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Maros beberapa waktu lalu telah memberikan dampak yang sangat buruk bagi masyarakat.
Menurut Abdul Malik, perwakilan LSM KIPFA RI Maros, bencana tersebut, khususnya di Kecamatan Turikale dan Kecamatan Maros Baru, telah sangat mengganggu kehidupan sehari-hari dan menghambat akses jalan secara signifikan.
Malik menekankan perlunya perbaikan infrastruktur di wilayah tersebut, terutama setelah banjir memutus jalur transportasi penting.
Ia mengimbau anggota DPRD Kabupaten Maros dari daerah pemilihan Turikale dan Maros Baru untuk turun tangan dan memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan bagi warga yang terdampak.
Malik menyoroti penderitaan warga di lingkungan Masembo, Kelurahan Baju Bodoa, Kecamatan Maros Baru, yang sangat membutuhkan perbaikan infrastruktur.
Ia menghimbau anggota dewan yang baru terpilih untuk menilai kebutuhan masyarakat secara langsung, agar Kabupaten Maros tidak dianggap sebagai daerah tertinggal.

Banyak warga yang tidak mau disebutkan namanya merasa terabaikan meskipun telah terjadi beberapa kali pergantian anggota dewan dan dua kali pergantian bupati.
Malik berharap DPRD Kabupaten Maros segera menanggapi aspirasi warganya, menepis anggapan negatif bahwa afiliasi politik dapat memengaruhi penyaluran bantuan.
Ia menekankan pentingnya negara mendukung warganya di saat krisis.
Malik juga menyinggung akses jalan yang kurang memadai di Lingkungan Baroboso, Kecamatan Maros Baru , yang dinilainya sebagai masalah mendesak.
Ia menyampaikan keprihatinannya yang mendalam setelah melihat sendiri kesulitan warga yang tidak memiliki akses jalan yang memadai.
Ia menegaskan, anggota DPRD dapat menemukan solusi jika berupaya keras mengatasi masalah ini.
(Tim Red).

