MAKASSAR SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM —– Polemik pembangunan Lapak.PK 5 Makassar, makin menyisahkan banyak kejanggalan, selain besarnya biaya pembangunan dari ,3, 750, 000 ribu, harga kios perlapak, kini menjadi membengkak 4, 000 000 setiap lapaknya artinya setiap pedagang harus nombok uang saku 250, 000/perorang, Selasa 23/03/2023.
Belum lagi besarnya harga tunjuk tunjuk, lokasi yang fantastik
Selain itu pula banyaknya pedagang yang Terancam kehilangan lapak, dikarenakan, karena tidak memiliki, Formalitas Kartu Isin Berdagang ( KIB ),
Namun sebalik’nya,” Banyak pula pedagang yang sebelumnya pasca kebakaran, hanya memikiki satu lapak, ,” Namun di dalam pembangunan lapak baru, bertambah menjadi Dua,
Setelah diusut, ternyata sebahagian pedagang membeli lapak melebihi dari satu kios lapak, dengan alasan kalau cuma satu lapak, kecil karena ukurannya cuma 1,5 X 2 M,” Bahkan ada pula Yang memiliki nama Ganda, dikarenakan banyak Asosiasi yang tidak terakomodir dengan baik, hingga bisa menjadi Doubel, 2 Objek lapak dengan nama yang berbeda, namun dengan Orang yang sama, ( hanya satu pemilik,)
Kemudian ada Pula pedagang, yang memiliki Dua lapak dengan blok yang berbeda sebelum kebakaran, setelah masuk nanti didalam pembangunan lapak baru, tempat’nya bisa berdempatan, itu karenakan adanya Bala Bala (uang pelicin)

Supaya lapaknya bisa berdampingan, tanpa berpikir, bahwa ada Orang yang menjadi korban, hanya karena persoalan Materi.Karena tidak mampu,, Akhirnya disingkirkan, apalagi kalau tidak memiliki formalitas, KIB bisa saja memjadi terancam, tidak akan mendapat lapaknya kembali
Sekalipun kemudian bisa mendapatkan.lapaknya kembali, tentunya sudah tidak sesuai lagi dengan harapan, karena disinyalir, posisi yang berkelas, dengan kata lain posisinya sudut, sudah pasti, dijadikan sebagai ajang bisnis, oleh para mafia bisnis, yang hanya ingin memperkaya diri sendiri, dibalik Penderitaan pedagang, yang terdampak sebagai korban dalam musibah kebakaran beberapa bulan lalu,
Tidak ada lagi jaminan, untuk bisa mendapatkan Hak di dalam menempati kembali posisi yang semula lokasi yang strategis, kecuali Orang yang berduit.
Dari Analisis harga material bangunan yang melonjak sangat tinggi yang dibebankan bagi pedagang, dalam hal ini pemerintah sangatlah tidak memiliki kebijakan, apalagi memberi bantuan bagi.para pedagang yang terdampak dalam musibah kebakaran, malah harganya sangat mencekit,
Padahal sebelumnya, pernyataan dirut dan kadis PU, Bahwa pemerintah menanggung setengah dari pembangunan lapak, Baru dan setengahnya lagi biaya sawadaya masyarakat (pedagang)

Nampak dari material yang digunakan jika di sirkulasi tidak sesuai dengan harga lapak yang dipatok 4 Juta dalam setiap bangunan satu lapaknya
Yakni didalam 8 petak lapak bahan material yang terpasang itu berkisar :
1. (20) Batang besi baja ringan kanal C, harga didalam/ batang 75 000 X 20 = 1, 500 000
2. Besi baja Ringan ring (12) Btng harga 30, 000 / btng. 30,000 X 12 = 360, 000
3. Atap Spandek (3) lembar ukuran panjang 12 M /lembar, harga 40, 000 X 36 M = 1, 440 000,
4. Kalsiboard (6) Lembar yang digunakan dalam setiap lapak, harga 60, 000 X 48 lembar. = 2,880,000. +
5. Baut Railing seharga = 1, 000 000.”
6. Biaya ongkos kerja setiap lapak 450, 000 X 8 = 3,600, 000 Jika di totalkan, hanya 10, 780000. adapun biaya tambahan yang tak terduga jika dikisarkan menjadi 12 Jt
Sementar dari harga lapak yang dipatok 4 jt dalam setiap lapaknya itu di kali 8 mencapai 32 Juta, Selisi dari harga setiap 20, juta /8 lapak, jadi wajar saja setiap titik panel listrik PLN, yang sebelumnya dikosongkan dibangun 8 kios lapak

Setiap satu titik, karena diantara 5 titik panel tersebut dapat meraup keuntungan 100 , Juta. ini baru titik panel listriknya, gimana dengan yang bangunan lapaknya 1000 unit lebih.tentunya mencapai Milyaran keuntungannya.
Klo dihitung” paling banyak 1.2 M jika dibagi 2 brrti 600 jt (pemerintah) 600 jt (pedagang) trus 600 dibagi 900 lapak yg terbakar berarti dibulatkan masing” lapak dibebani biaya pembangunan hanya 700 rb/lapak
Ketua Tim Koalisi Tri 3 dimensi, dengan tegas menyatakan, agar mencopot dan Adili Dirut PERUMDA Pasar Makassar Karya.ICHSAN ABDUH HUSEIN, Priksa Semua Ketua Asosiasi serta Pengurusnya, Karena di Indikasi Turut Serta dalamnya,
Menurutnya, ini salah satu indikator yang bisa ditarik dan di copot oleh WALIKOTA karena tidak mampu menjalankan Amanah’ untuk mendongkrat Perusahaan Umum Daerah yang selanjutnya disebut Perumda adalah BUMD yang seluruh modalnya dimiliki Daerah dan tidak terbagi atas saham, dan memberi penilaian kinerja masing-masing direksi BUMD.
Laporan tim koalisi

