MAKASSAR SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM —— Lantara banyak’nya yang merasa dirugikan terkait proyek pembangunan lapak, sampai saat ini, belum ada titik terang nasib pemilik kios lapak yang terdampak kebakaran, untuk mendapatkan lapaknya, masing masing,” , Pasal’nya Lebih di Prioritas Orang Yang Tidak Punya Kepentingan ketimbang pedagang resmi Minggu 12/03/2023.
Lebih diutamakan yang bukan pedagang resmi, ketimbang yang terdampak kebakaran, nyaris semua lewat di Jalur Bisnis, pasalnya pedagang menempati posisi sudut yang sebelum’nya terkenah musibah kebakaran, ketika harus kembali keposisi sudut, harus mengkocek uang kantong lagi diluar dari biaya pembangunan lapak 4 juta, yang dikeluarkan, belum lagi biaya perbaikan lantai dan pintunya
” Para pelaku bisnis, mengambil kesempatan dari penderitaan pedagang yang terdampak musibah kebakaran, titik panel yang sebelumnya tidak boleh ada lapak, kini menjadi ada lapak, padahal resiko’nya sangat besar, dan sangat Fatal, ketika tidak Jarak antara lapak dan panel listrik
Di sinyalir ada Oknum, Wartawan dan Relawan, Yang Mencatut nama P.Walikota untuk mendapatkan lapak tersebut, dan menjual’nya kepihak orang yang tertentu,
Pembangunan lapak dijadikan sebagai ajang tunjuk tunjuk, siapa kuat tinggal menunjuk lokasi, yang strategis, Tampak terlihat dilokasi lapak yang dibangun, sudah diberi tanda pilox merah, Dan sebagian sudah masuk merenovasi lapaknya, karna merasa, mereka punya wewenang
Adapun Kejanggalan dalam hal ini, Karna adanya perubahan sistem, dimana yang merasa kuat baik dari golongan, maupun materi, akan mendapat tempat yang layak dan strategis, berbeda, dengan apa yang dikatakan oleh Dirut sejak awal, bahwa akan dikembalikan, sesuai dengan Nomor KIB dan URUTAN BLOK masing masing, “
Tapi kenyata’nya saat ini, siapa, kuat Uang’nya, akan mendapatkan posisi lapak yang STRATEGIS, apalagi punya pengaruh dengan ditunjang sebagai ketua maupun pengurus, dalam, Organisasi, pasar

Adapun pedagang yang berinisial ( R ) dijalan kompleks hos cokroaminoto.Selama ini tempatnya tersebut dikontràkan oleh Yang berinisial (A) pada bulan Januari namun belum sampai masa kontraknnya, tempat tersebut disegel, Padahal dalam aturannya 3 bulan tempat tdk aktif baru bisa di segel diambil alih oleh PD Pasar, dan yang bersangkutan, disuruh menghadap ke kepalà pasar.
Berbeda saat pertama kali Pasca musibah kebakaran terjadi, dengan pernyataan Dirut Pasar saat melakukan pertemuan dengan para perwakilan Asosiasi , bahwasannya, dalam pembangunan, lapak yang ada diHos Cokroaminoto, tidak ada campur tangan dari pihak luar, maupun Swasta, dan semua pedagang akan dikembalikan keposisi masing masing,, Jika tempatnya sudut maka dikembalikan, untuk menempati diposisi sudut, dilokasi yang baru akan dibangun
Namun kenyataannya menjadi sebaliknya,” Malah pemerintah yang diatur, dalam hal ini, bukannya pemerintah, yang mengatur, pedagang, akan tetapi malah mereka yang memiliki pengaruh dalam organisasi pasar mengatur, pemerintah,” Karena merasa memiliki hubungan emosional

Bahkan dalam hal ini ada pedagang yg dulu di Blok B menempati posisi sudut tapi jika ingin Kembali di posisi sudut lagi atau, ingin lapaknya dijadikan berdempetan, harus membayar pada pihak tertentu.,diluar dari uang pembangunan sebesar 4 Jt, maupun yang masih Berupa pembayaran Down Payment dari pedagang yang dibayarkan ke pihak tertentu tanpa ada kwitansi LEGAL dari pihak PERUMDA Pasar Makassar Karya.
.Selain itu pula Pedagang diharuskan memperbaharui kartu izin berjualan (KIB) baik yg masih berlaku maupun yg sudah tidak berlaku, Sehingga beberapa pedagang yg mengurus KIB sebelumnya tidak diberlakukan,
Lantaran harus mengurus ulang KIB lagi, sejak pasca kebakaran sampai sekarang belum ada KIB yg di terbitkan, Karena begitu KIB terbit nanti akan langsung muncul nomor baru dengan Blok baru yang telah diatur Oleh pelaku yang ingin meraup keuntungan

Menurut’nya Kepala pasar, pada saat di komfrimasi melalui pesan whatsaap,” Nda ada lapak yg di perjual belikan,,lapak yg terbangun di peruntukan untuk pedagang korban kebakaran,
Akan tetapi, nyata’nya, dilokasi sebelumnya, ada yang ngontrak sekarang Sudah punya lapak sendiri, bahkan mendapatkan tempat posisi paling depan, di duga karenakan karena DOA (Dorongan Amplot)” SIAPA KUAT, TINGGAL MENUNJUK LOKASI ”
Tim Koalisi Try 3 dimensi ORMAS, LSM, Serta MEDIA, ” Saat meninjau lokasi kios lapak pembangunan, menilai material dnding bangunan, dinding 4 dinding kalsiboard Besi Baja Ringan Kanal C,18 Batang dalam Bangunan 4 kios lapak, Atap 3 lembar dengan Panjang 12.lembar sementara harga/ lapak, 4 Juta
Dirut PERUMDA Pasar Makassar Karya.
Ichsan Abduh Hussein saat ditemui mengatakan, bahwa hasil kesepakatan yang disepakati bersama beberapa ketua asosiasi berubah beberapa kali, karna Objek lahan berbeda,
Padahal kalau dipikir apa’nya yang susa kalau masing masing, pedagang memiliki Blok dan sesuai dengan nomor KIB,
Adapun beberapa toko yang keberatan terkait pembangunan lapak tersebut, menurut salah seorang diantara pemilik toko yang tidak ingin dipublikasikan nama’nya, bahwa bangunan’nya terlalu maju, hingga akses jalan smakin sempit. Ujarnya. takut’nya ketika nanti ada musibah, yang tidak kita inginkan bersama, bisa merembes toko, kami, ujarnya
Laporan Tim Koalisi
