TAKALAR SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM —- Bencana Alam berupa angin topan yang melanda beberapa daerah di kabupaten Takalar akhir-akhir ini yang diakibatkan oleh cauca ekstrim di berbagai titik dikabupaten Takalar telah menyebabkan banyak rumah mengalami kerusakan
Terutama didesa Tamalate kecamatan Galesong Utara. sebanyak 93 rumah yang terdata oleh pemerintah desa sampai saat ini mengalami kerusakan yang mayoritas kerusakan pada hal kerusakan yang di alami sangat sentral yakni atap rumah.warga
Armin sebagai tokoh pemuda desa tamalate angkat bicara terkait bencana alam yang sangat menghawatirkan dan menganggu sendi-sendi kehidupan masyarakat ini, menurutnya bencana alam angin putin beliung ini telah mengakibatkan banyak rumah warga yang rusak parah, namun yang paling banyak adalah seng yang lepas dari atap rumah warga akibat terjangan angin yang kencang”.
Pemerintah desa telah menjalankan upaya taktis dengan melakukan pendataan lalu menyetor kedinas sosial sebagai sentrum penanggulangan bencana baik bencana alam maupun bencana sosial pada sektor daerah kabupaten.
“Namun bantuan yang datang dari dinsos kabupaten Takalar justru kami anggap tidak solutif sebab yang paling dibutuhkan sekarang adalah perbaikan atap rumah namun yang dibawa justru mie instan, saya selaku pemuda bukan tidak menyukuri bantuan ini, namun ada hal yang lebih urgent yang perlu dilakukan dinas sosial kabupaten Takalar disaat-saat seperti ini dibanding membagikan mie instan kepada warga”.
Yang pertama saya ingin katakan adalah pemerintah desa telah melakukan pendataan terkait jumlah kerusakan rumah akibat bencana alam ini dan saya sangat yakin bahwa Dinas sosial telah mengetahui hal yang paling dibutuhkan warga didesa Tamalate”
Harusnya yang paling awal dilakukan adalah upaya pemulihan aspek-aspek yang ditimbulkan oleh bencana alam sebagaimana sangat jelas dalam pasal 1 poin 1 peraturan menteri sosial republik Indonesia No. 10 tahun 2010 bahwa “Pemulihan dan penguatan sosial adalah serangkaian kegiatan untuk mengembalikan kondisi
Dalam Hal ini, pemerintah DINSOS dan BPBD, harusnya peka dalam, menghadapi penanganan bencana, terhadap masyarakat, yang terdampat musibah, setiap bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan, yang meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, pengurusan pengungsi, penyelamatan, serta pemulihan
Masyarakat yang terkena bencana, dengan
melakukan upaya rehabilitasi, rekonstruksi, relokasi, pendampingan sosial, dan pendampingan psikososial untuk memulihkan dan membangun kembali kehidupan baik fisik, mental, dan sosial
para korban bencana dalam rangka mengembalikan keberfungsian sosialnya”
Sangat jelas bahwa salah satu upaya pemulihan adalah rekonstruksi tentunya berdasarkan data yang dihimpun dari hasil observasi dilapangan oleh dinas Sosial Kabupaten/kota.
Namun sangat disayangkan setelah dinas sosial kabupaten Takalar memberikan mie instan sampai saat ini belum ada langkah untuk melakukan upaya pemulihan seperti melakukan pendataan dilapangan yang nantinya akan dikirim ke dinsos provinsi dan pusat.
Saya sebagai tokoh pemuda di desa tamalate sangat berharap kepada pemerintah daerah dalam hal ini dinas Sosial melakulan pungsi dan perannya semaksimal mungkin, tentunya dengan melakukan hal-hal yang paling dibutuhkan oleh masyarakat saat ini
Dan kedepannya sesuai dengan aturan yang berlaku. Ini hanyalah representasi kegelisahan dan kekhawatiran masyarakat desa tamalate yang saya sampaikan,semoga kepala dinas Sosial kab.Takalar dalam hal ini Dr. Nilal fauziah mampu segera melakukan hal yang seharusnya dilakukan.
Laporan Crew Git (**/red)

