Geger! 9 Ekor Sapi Milik Warga Pattallassang Ditemukan Mati Membusuk di Wilayah Desa Gentung, Penyebab Masih Misterius

https//www. GerbangIndonesiaTimur.News.com. PANGKEP– Warga Desa Pattallassang, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), dibuat geger dengan penemuan sembilan ekor sapi milik warga yang ditemukan mati terkapar di sejumlah titik dengan jarak yang tidak berjauhan di wilayah Desa Gentung. Kondisi sapi tersebut sudah membengkak dan mengeluarkan bau tidak sedap.
Peristiwa yang belum diketahui penyebabnya ini mulai terungkap setelah sejumlah pemilik sapi merasa curiga karena ternak mereka tidak kembali ke kandang selama dua hari terakhir. Padahal, setiap memasuki musim kemarau, sapi-sapi milik warga memang biasa dilepas untuk mencari makan sendiri dan selama ini tidak pernah mengalami kejadian serupa.
Salah seorang pemilik sapi yang kehilangan tiga ekor ternaknya mengaku mulai khawatir setelah sapi-sapinya tidak kunjung pulang selama tiga hari. Pada malam 30 Oktober 2026, ia kemudian berinisiatif mencari ternaknya setelah mendapat informasi dari warga lain yang juga kehilangan sapi.
Dengan berjalan kaki dari rumah menuju lokasi yang biasa didatangi ternaknya, ia menelusuri jalur pergerakan sapi dari Desa Pattallassang menuju Desa Gentung. Namun, betapa terkejutnya dirinya saat menemukan sapi-sapi miliknya sudah terkapar tidak bernyawa bersama sejumlah sapi lainnya di lokasi yang jaraknya tidak berjauhan.
Menindaklanjuti laporan warga, Bhabinkamtibmas Desa Pattallassang Polsek Labakkang, Aiptu Ilyas Hasan, bersama Kepala Desa Pattallassang, Suriadi Naba, serta sejumlah warga dan pemilik ternak langsung turun ke lokasi untuk melihat kondisi sapi yang ditemukan mati tersebut.
Aiptu Ilyas Hasan membenarkan adanya sembilan ekor sapi milik warga binaannya yang ditemukan mati dalam kondisi sudah membengkak dan mengeluarkan bau menyengat. Ia mengatakan, pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab kematian ternak tersebut karena posisi penemuan sapi berada di beberapa titik yang agak berjauhan. “Kami belum bisa mengambil kesimpulan terkait penyebab kematian sapi-sapi tersebut. Kami masih belum bisa memastikan apa yang menyebabkan ternak warga tiba-tiba mati,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pattallassang, Suriadi Naba, juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab kematian sembilan ekor sapi tersebut, termasuk dugaan apakah ternak itu mati akibat keracunan atau faktor lainnya. Salah seorang pemilik sapi bahkan mengaku pasrah dan menganggap kejadian tersebut sebagai ajal ternaknya.
Adapun sembilan ekor sapi yang ditemukan mati tersebut masing-masing milik Dolo sebanyak dua ekor, Darwis tiga ekor, Bollo dua ekor, Palae satu ekor, dan Sahabu satu ekor. Seluruh pemilik ternak merupakan warga Desa Pattallassang. Hingga berita ini diturunkan, penyebab kematian sembilan ekor sapi tersebut masih menjadi misteri dan belum dapat dipastikan. Warga berharap ada pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait agar penyebab kematian ternak dapat diketahui secara jelas.
(Thiar)
