MAROS SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS COM ———– Sanggar Seni Bija Tau Tidung Malewangang menggelar rapat internal dalam rangka memantapkan persiapan peringatan satu dekade atau 10 tahun perjalanan sanggar, Jum’at 09/10/2026 di Jalan Tidung Mariolo No. 7.D Makassar. (Rumah ketua pembina Sanggar Seni Bija Tau Tidung).
Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat tali silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat generasi muda dalam melestarikan adat dan budaya leluhur.
Rapat tersebut dihadiri sejumlah pembina sanggar, di antaranya Dr. H. Nuralim Jalil Daeng Marewa, H. Muh. Yahya Daeng Nai, Daeng Mile, Hj. Bau, Wardiman, Daeng Limpo, Daeng Arrow, Fadli, Daeng Sesse, Ruki, Purwanto Sukiyo , S. Sos Daeng Mangemba, serta keluarga besar Bija Tau Tidung.
Dalam pertemuan tersebut, para pembina menekankan pentingnya peran sanggar sebagai wadah pembinaan generasi muda agar mampu mengembangkan kreativitas, menjaga nilai-nilai kearifan lokal, serta melestarikan adat dan budaya yang menjadi identitas masyarakat setempat.

Ketua RW Tidung Malewangang, H. Muh. Yahya Daeng Nai, dalam arahannya mengingatkan anak-anak sanggar agar senantiasa menjaga nama baik daerah dan menjauhi perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat.
Ia juga menyoroti maraknya aksi begal dan aktivitas geng motor yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban lingkungan. Karena itu, generasi muda diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi dengan mengedepankan kegiatan positif, menjaga pergaulan, dan membangun lingkungan yang aman serta kondusif.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Pembina Sanggar Seni Bija Tau Tidung, Dr. H. Nuralim Jalil, mengajak seluruh warga, khususnya generasi muda dan anak-anak sanggar, untuk menjauhi narkoba serta berbagai perilaku negatif yang dapat merusak masa depan.
Menurutnya, pembinaan karakter harus berjalan seiring dengan pengembangan seni dan budaya agar sanggar tidak hanya menjadi tempat berkarya, tetapi juga menjadi ruang pembentukan generasi yang berakhlak, berprestasi, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Sementara itu, Ketua Divisi Seni Budaya Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Kiwal Garuda Hitam Sulawesi Selatan, Purwanto Sukiyo, S.Sos., yang akrab disapa Daeng Mangemba dan juga merupakan salah satu pembina Sanggar Seni Bija Tau Tidung Malewangang, menyatakan komitmennya untuk terus mendukung perkembangan sanggar tersebut.

Ia berharap anak-anak sanggar mampu melahirkan karya-karya seni yang membanggakan serta mengangkat nama Kampung Tidung Mariolo agar semakin dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun mancanegara.
Menurut Daeng Mangemba, sejarah Kampung Tidung dan kekayaan budayanya merupakan warisan berharga yang perlu diperkenalkan kepada generasi mendatang. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara sanggar, tokoh masyarakat, pembina, dan berbagai pihak untuk menjaga sekaligus mempromosikan identitas budaya lokal.
Selain mematangkan agenda peringatan satu dekade, Sanggar Seni Bija Tau Tidung Malewangang juga berencana menggelar kegiatan UMKM selama satu minggu sebagai bagian dari upaya mendorong kreativitas dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Sanggar Seni Bija Tau Tidung berharap dapat memperkuat persaudaraan, membuka ruang bagi pelaku usaha lokal, serta menjadikan seni dan budaya sebagai kekuatan untuk membangun generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan bangga terhadap warisan leluhurnya.
Satu Dekade Bija Tau Tidung: Merawat Tradisi, Mempererat Persaudaraan, Mengukir Prestasi, dan Mengangkat Nama Kampung ke Kancah Dunia.
(Jurnalis Devisi Senibudaya MPW KGH Sul Sel ).

