Mahasiswa KKN Unhas Berdayakan Peternak Melalui Pelatihan Silase
GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM BANTAENG SULSEL ——- 01 Agustus 2026 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gelombang 116 Universitas Hasanuddin mengadakan pelatihan pembuatan silase tebon jagung sebagai pakan alternatif ternak ruminansia di rumah Bapak Sabar, Desa Bonto Cinde, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, pada Sabtu (01/08). Kegiatan ini diikuti oleh kelompok tani, peternak, masyarakat setempat, serta mahasiswa KKN sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai teknologi pengawetan pakan dan kesehatan ternak.
Kegiatan ini merupakan program kerja individu Nurhalisah, mahasiswa Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin. Program ini dilaksanakan karena masyarakat Desa Bonto Cinde umumnya masih memanfaatkan tebon jagung secara langsung sebagai pakan ternak dan belum mengenal teknologi silase. Padahal, melalui proses fermentasi, tebon jagung dapat disimpan lebih lama dengan kualitas nutrisi yang tetap terjaga sehingga dapat menjadi cadangan pakan ketika ketersediaan hijauan mulai berkurang.
Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh materi mengenai pengertian silase, manfaatnya bagi ternak ruminansia, bahan-bahan yang digunakan, serta tahapan pembuatannya. Demonstrasi dilaksanakan menggunakan tebon jagung yang telah dicacah, kemudian dicampurkan dengan dedak, molases, EM4 Peternakan, dan air hingga merata. Campuran tersebut dimasukkan ke dalam wadah fermentasi, dipadatkan, lalu ditutup rapat untuk difermentasi selama kurang lebih 21 hari hingga siap digunakan sebagai pakan ternak.

Selain pelatihan pembuatan silase, mahasiswa KKN juga memperkenalkan beberapa produk kesehatan ternak. Materi yang disampaikan meliputi manfaat vitamin B kompleks untuk mendukung pertumbuhan ternak muda, vitamin E dan selenium untuk membantu menjaga kondisi tubuh serta mendukung penggemukan ternak dewasa, serta pentingnya pemberian obat cacing secara berkala guna menjaga kesehatan dan produktivitas ternak.
Nurhalisah menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan baru kepada masyarakat mengenai teknologi pengolahan pakan sekaligus meningkatkan pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan ternak. “Kami berharap masyarakat tidak hanya mengenal cara membuat silase dari tebon jagung, tetapi juga memahami pentingnya pemberian vitamin dan obat cacing secara tepat. Dengan demikian, peternak dapat memanfaatkan sumber daya yang tersedia di desa secara lebih optimal sekaligus mendukung produktivitas ternaknya,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Bonto Cinde mampu menerapkan teknologi pembuatan silase secara mandiri dan memahami pentingnya penggunaan vitamin serta obat cacing sesuai kebutuhan ternak. Penerapan teknologi sederhana ini diharapkan dapat mendukung produktivitas peternakan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.
Laporan dipublish tim red

