Site Sanctuary Tarsius fuscus Bersolek, Tim Kerja Kolaborasi Resor Pattunuang dan Mahasiswa Magang UNHAS Gelar Aksi Bersih Lingkungan.
MAROS SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS COM ————— Semangat menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan terus digaungkan di kawasan konservasi. Sebagai bagian dari implementasi Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Tim Kerja Sanctuary Tarsius fuscus, personel Resor Pattunuang, serta mahasiswa magang Program Studi Kehutanan MPKP Universitas Hasanuddin melaksanakan kerja bakti bersama di kawasan Sanctuary Tarsius Fuscus, Resor Pattunuang, SPTN Wilayah II Cenrana, pada Selasa 2 Juni 2026.
Kegiatan difokuskan pada pembersihan area display room Sanctuary Tarsius Fuscus yang menjadi salah satu sarana edukasi dan informasi bagi pengunjung kawasan. Dengan penuh semangat, peserta kerja bakti membersihkan ruangan, menata fasilitas, serta memastikan area tetap nyaman dan representatif bagi wisatawan maupun peneliti yang berkunjung.
Ketua Tim Kerja Sanctuary Tarsius Fuscus, Kama Jaya Shagir, S.Hut., M.Hut., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga kawasan konservasi agar tetap bersih, tertata, dan memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung.

“Gerakan ASRI bukan hanya tentang kebersihan fisik lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran dan budaya peduli lingkungan di kalangan petugas, mahasiswa, maupun masyarakat. Sanctuary Tarsius Fuscus merupakan etalase konservasi yang perlu kita jaga bersama,” ujar Bang Jack, sapaan akrabnya.
Hal senada disampaikan Kepala Resor Pattunuang, Surapil, S.Hut. Menurutnya, kerja bakti menjadi bagian penting dalam menciptakan kawasan wisata alam yang nyaman sekaligus mendukung upaya konservasi yang berkelanjutan.
“Lingkungan yang bersih dan tertata akan memberikan kesan positif bagi pengunjung. Selain itu, kegiatan seperti ini memperkuat kolaborasi antara petugas lapangan dan mahasiswa yang sedang belajar langsung di kawasan konservasi,” kata Surapil.
Sementara itu, Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH), Aswadi Hamid, menilai kegiatan tersebut menjadi contoh sederhana namun berdampak besar dalam mendukung pengelolaan kawasan konservasi.
“Kebersihan kawasan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa konservasi tidak hanya berbicara tentang perlindungan satwa dan habitat, tetapi juga bagaimana menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman,” jelas Aswadi Hamid.

Fungsional PEH lainnya, Supardi, S.Hut., menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa magang memberikan nilai positif karena mereka dapat belajar langsung mengenai pentingnya pemeliharaan fasilitas pendukung konservasi.
“Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman teknis kehutanan, tetapi juga memahami nilai-nilai kerja sama, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap lingkungan yang menjadi bagian dari pengelolaan kawasan,” ungkap Supardi.
Kegiatan bersih lingkungan ini tidak berhenti sampai di display room. Tim telah menjadwalkan aksi lanjutan pada hari berikutnya dengan sasaran pembersihan area loket karcis, gazebo, serta lingkungan sekitarnya.
Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat wajah kawasan Pattunuang sebagai destinasi wisata alam dan konservasi yang bersih, nyaman, serta mencerminkan semangat Gerakan ASRI yang kini terus digalakkan di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui kolaborasi antara petugas konservasi dan generasi muda kehutanan, upaya menjaga kebersihan kawasan diharapkan menjadi budaya yang berkelanjutan, sekaligus mendukung pelestarian habitat Tarsius fuscus sebagai salah satu satwa endemik kebanggaan Sulawesi.
Laporan : Aswadi Hamid, S.P.
Penulis : Zaenal Arifin, S.Hut

