Menepis Badai Tudingan: Kades Tamalate Galut Angkat Bicara Soal Isu Mafia Aset
GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM TAKALAR ——– Galesong Utara (Galut) –– Kepala Desa Tamalate dengan sikap dingin dan ketenangan yang mengusik wilayah” pemerintahannya diKecamatan Galesong Utara (Galut) ,” Oleh riuhnya suara dari kelompok yang mengatasnamakan Aliansi Pejuang Rakyat (APR). selasa 19 l05 / 2026. ( Rabu 20 Mei 2026.
Kelompok ini ,melayangkan tudingan serius yang menyeret nama Kepala Desa Tamalate ke dalam pusaran dugaan keterlibatan praktik mafia aset desa.,” Tidak tinggal diam, sang Kades pun akhirnya buka suara, menegaskan bahwa segala langkah yang ia ambil selama menjabat berada di atas koridor hukum yang berlaku.
Tudingan yang Mengguncang datangnya dari ,” Aliansi Pejuang Rakyat (APR) menuding adanya penyimpangan dalam pengelolaan aset desa yang melibatkan pihak ketiga secara tidak transparan. Dalam pernyataan sikapnya, mereka menduga terdapat “permainan” antara aparatur desa dan oknum mafia aset yang merugikan kepentingan publik.” Namun dalam hal ini tidak dijelaskan siapa nama kepala Desa dan masa pra jabatan tahun berapa,
Dalam tudingan ini sempat memicu spekulasi liar di tengah masyarakat,pasalnya sangat tidak jelas kepala Desa yang dimaksud, karena tidak dicantumkan nama serta masa jabatan’nya,” serta bukti bukti autentik yang dimaksud merugikan negara bahkan memunculkan desakan agar masalah ini segera diseret ke ranah hukum.
Langkah Tegas Sang Kades: “Saya Siap Diuji” Menghadapi serangan narasi tersebut, Kades Tamalate dengan tenang menepis semua tuduhan. Baginya, tudingan tersebut adalah bentuk disinformasi yang tidak berdasar pada data lapangan.
“Saya sangat menghargai fungsi kontrol dari rekan-rekan Aliansi. Namun, tuduhan bahwa saya terlibat dalam mafia aset adalah fitnah yang keji. Semua pengelolaan aset di Desa Tamalate telah melalui musyawarah desa, audit internal, dan sesuai dengan regulasi yang ditetapkan pemerintah,” ujar Kades saat ditemui di kantornya.
Ia menegaskan bahwa transparansi adalah prioritas utamanya sejak hari pertama menjabat. Kades pun menantang balik pihak-pihak yang menuding untuk membuktikan klaim mereka dengan data yang valid, bukan sekadar opini yang menggiring opini publik.

Menyeret ke Ranah Hukum: Sebuah Solusi atau Sensasi?,” Dalam menanggapi wacana yang akan membawa kasus ini ke meja hijau, pihak Kades Tamalate justru menyambutnya dengan tangan terbuka. Ia memandang bahwa jalur hukum adalah cara paling elegan untuk membersihkan nama baiknya dan membuktikan bahwa kepemimpinannya bersih dari praktik culas.
“Jika mereka ingin membawa ini ke ranah hukum, silakan. Saya justru berterima kasih. Dengan begitu, semuanya akan menjadi terang benderang. Jangan sampai isu ini hanya menjadi alat untuk membunuh karakter seseorang tanpa ada bukti hukum yang sah,” tegasnya.
Menurutnya, di era keterbukaan informasi saat ini, masyarakat harus cerdas memilah mana kritik konstruktif dan mana yang bersifat provokatif. Ia mengimbau warga Tamalate agar tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum terverifikasi kebenarannya.
Harapan untuk Kedamaian Desa
Di tengah memanasnya situasi, Kades Tamalate berharap agar polemik ini tidak menghambat roda pembangunan dan pelayanan masyarakat di desanya. Ia mengajak seluruh elemen, termasuk APR, untuk duduk bersama jika memang ada kekeliruan dalam administrasi, tanpa harus melakukan aksi-aksi yang justru memecah belah warga.
“Tugas saya adalah membangun desa, bukan meladeni drama. Namun, jika kehormatan institusi desa ini diserang dengan tuduhan yang tidak benar, saya punya hak untuk melakukan pembelaan hingga ke titik penghabisan,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi yang masuk ke pihak kepolisian maupun kejaksaan terkait tuduhan tersebut. Namun, sikap tegas sang Kades menjadi sinyal bahwa ia tidak akan gentar menghadapi tekanan, dan siap untuk terus mempertahankan integritasnya di hadapan hukum maupun masyarakat.
Laporan dipublish tim red (Arya)

