MAROS SULAWESI SELATAN GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS COM ————– Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros (FAPERTAHUT UMMA) terus menunjukkan komitmennya dalam membuka akses pendidikan tinggi yang terjangkau bagi generasi muda. Komitmen tersebut terlihat melalui kegiatan sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) yang dilaksanakan di SMK Darul Ulum Amessangeng pada Rabu, 22 April 2026.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para siswa yang ingin mengetahui lebih jauh peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Tim FAPERTAHUT UMMA hadir memberikan informasi lengkap, mulai dari program studi, sistem pembelajaran, hingga skema pembiayaan yang ramah di kantong.

Wakil Dekan II FAPERTAHUT UMMA, Dr. Nining Haerani, S.P., M.P., menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk memotivasi siswa agar tidak ragu melanjutkan pendidikan tinggi. Menurutnya, kampus hadir dengan berbagai kemudahan, termasuk sistem pembayaran yang fleksibel dan transparan.
“Kami ingin meyakinkan siswa bahwa kuliah sekarang bisa dijangkau oleh semua kalangan. Bahkan jika dihitung, biaya kuliah harian di FAPERTAHUT UMMA hanya setara harga segelas kopi, sekitar Rp14.000 per hari. Jadi, biaya bukan lagi alasan untuk berhenti bermimpi,” ujar Nining Haerani.
Lebih lanjut, Ketua Prodi Agroteknologi, Dr. Andi Herwati, S.P., M.Si., menyebutkan bahwa kegiatan sosialisasi berlangsung informatif dan inspiratif. Para siswa tidak hanya dikenalkan dengan dunia perkuliahan, tetapi juga peluang karier yang terbuka luas di bidang agroteknologi.
Ia juga menyoroti keunggulan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang memungkinkan mahasiswa dengan pengalaman kerja atau pendidikan sebelumnya untuk mendapatkan pengakuan akademik.
“Dengan RPL, proses belajar menjadi lebih fleksibel dan efisien. Ini menjadi peluang besar bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa harus mengulang dari awal,” jelas Andi Herwati.
Sementara itu, Ketua Prodi Peternakan, Dr. Rusni Fitri Yuhainin, S.Pt., M.Si., menegaskan bahwa Prodi Peternakan UMMA mengedepankan keseimbangan antara teori dan praktik. Mahasiswa dibekali pengalaman langsung melalui praktik kerja lapangan dan kunjungan industri.
“Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga terjun langsung ke dunia kerja. Ini penting untuk membentuk lulusan yang siap bersaing,” ujar Rusni Fitri.
Ketua Prodi Agribisnis, Dr. Azisah, S.TP., M.Si., menambahkan bahwa agribisnis memiliki peran strategis dalam pembangunan sektor pertanian. Melalui pendekatan rantai pasok, hilirisasi, dan penguatan kelembagaan, mahasiswa dipersiapkan untuk menciptakan nilai tambah dari produk pertanian.
“Pertanian tidak berhenti pada produksi, tetapi harus mampu memberikan keuntungan dan daya saing. Di sinilah peran agribisnis menjadi sangat penting,” terang Azisah.

Di sisi lain, Ketua Prodi Kehutanan, Ir. Muh. Faisal, S.Hut., M.Hut., IPP., menekankan bahwa Prodi Kehutanan UMMA berfokus pada isu-isu global seperti perubahan iklim dan pengelolaan hutan berkelanjutan, dengan tetap mengedepankan kearifan lokal.
“Mahasiswa dipersiapkan untuk menghadapi tantangan masa depan dengan pendekatan yang aplikatif dan relevan. Peluang kariernya juga sangat luas, baik di sektor industri, pemerintahan, maupun wirausaha,” jelas Muh. Faisal.
Ia pun mengajak generasi muda untuk tidak ragu memilih kehutanan sebagai jalan masa depan. “Mariki’ kuliah di Kehutanan,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, FAPERTAHUT UMMA semakin menegaskan posisinya sebagai pilihan tepat bagi calon mahasiswa yang menginginkan pendidikan berkualitas, biaya terjangkau, serta prospek masa depan yang menjanjikan.
Laporan : Aswadi Hamid
Penulis : Zainal Arifin, S.Hut

