Manipulasi Mahasiswa UNM Menyelinap Tanpa Atribut Resmi,Bentuk Propaganda “Saatnya Kampus dan Aparat Tidak Tinggal Diam”
MAKASSAR SULSEL GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM – —- Gerak-gerik sekelompok orang yang mengklaim diri sebagai mahasiswa UNM tanpa atribut resmi, tanpa identitas jelas, dan tanpa afiliasi akademik yang dapat dipertanggungjawabkan adalah sinyal yang tidak boleh disepelekan. Kampus adalah ruang ilmiah, bukan panggung propaganda yang meminjam nama institusi demi kepentingan yang tak pernah dibahas di kelas.
Tindakan membawa nama universitas tanpa kejelasan identitas adalah bentuk manipulasi ruang publik. Mengatasnamakan mahasiswa berarti meminjam legitimasi akademik, padahal mereka belum tentu bagian dari komunitas ilmiah UNM. Karena itu, proses penyadaran di lingkungan kampus perlu diperkuat—mahasiswa harus memahami bahwa identitas akademik bukan sekadar atribut, melainkan tanggung jawab moral dan intelektual.

Kampus sebagai salah satu pilar pendidikan nasional harus terlindungi dari penyusupan agenda yang tidak sejalan dengan etika keilmuan. Ketika propaganda menyelinap menggunakan baju “mahasiswa”, maka yang dipertaruhkan bukan hanya nama baik institusi, tetapi juga keselamatan ruang belajar yang seharusnya menjadi tempat tumbuhnya nalar kritis dan wawasan kebangsaan.
Pada titik inilah peran aparat negara menjadi sangat penting. Penegak hukum tidak boleh membiarkan tindakan yang menyesatkan publik atau merusak ketertiban akademik. Respons yang cepat dan profesional diperlukan untuk memastikan bahwa tidak ada pihak yang meminjam identitas mahasiswa demi tujuan yang tidak transparan. Kesan pembiaran hanya akan memperbesar ruang gerak kelompok tak bertanggung jawab dan mencederai kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan.

Kampus adalah laboratorium masa depan bangsa. Di situlah integritas, etika, dan kecerdasan publik ditempa. Menjaga kampus dari penyalahgunaan identitas berarti menjaga marwah pendidikan itu sendiri. Mahasiswa berhak belajar di ruang yang jernih dari manipulasi, dan masyarakat berhak mendapatkan informasi yang tidak disesatkan oleh klaim palsu.
Menegakkan kejelasan identitas bukan sekadar urusan administratif. Itu adalah fondasi integritas akademik. Dan menjaga integritas akademik berarti menjaga masa depan Indonesia.
Laporan : Nindar

