KOTABARU KALSEL GERBANG INDONESIA TIMUR NEWS.COM—-Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kotabaru berhasil meraih juara II pada final kompetisi mini soccer antar SKPD dan instansi bertajuk Road Safety Cup yang digelar di Alwiesta Mini Soccer, Jalan Raya Brangas KM 4.5 Sigam, Senin (16/11/2025).
Kompetisi yang diikuti 32 tim dari berbagai SKPD dan instansi tersebut merupakan bagian dari sosialisasi keselamatan berlalu lintas yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Dinas Perhubungan.
Adapun pemain yang memperkuat tim Dinsos antara lain: Khalik Nur Husaini, M. Khalek, M. Hanif Ihza, Olga Hasanul, Syaiful Rahman, Deny, Ragil Syamsir, Riyan, M. Rasyid Ridha, Abdul Rahim, Andi Syamsudin, Rudi Hartono, Taufik, dan Saini.
Manajer tim sekaligus Penelaah Teknis Kebijakan Dinas Sosial, Fahriadi, S.A.P, menyampaikan apresiasinya terhadap kerja keras seluruh pemain. Ia mengaku tim Dinsos awalnya hanya berniat meramaikan dan menargetkan masuk 16 besar, namun justru mampu menembus final.
“Saya secara pribadi sangat mengapresiasi para pemain Dinsos. Kami hanya ikut memeriahkan dan menargetkan masuk 16 besar, tetapi bisa tembus ke final dengan pemain seadanya,” ujarnya saat ditemui di Kantor Dinsos, Kamis (20/11).
Fahriadi mengaggap bahwa ini semua tak lepas dari kontribusi Kepala Dinas Sosial, karena telah mengizinkan dan mendukung penuh, tim Dinsos mengikuti kompetisi.
“Terimakasih sebesar-besarnya kepada Kepala Dinsos Kotabaru yang telah mengizinkan dan mendukung saat tim Dinsos mengikuti kompetisi, baik materi maupun lainnya,” pungkasnya.
Selain sebagai ajang olahraga, Fahriadi menilai gelaran Road Safety Cup juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antartim serta sarana menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat.

“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kita semua semakin giat berolahraga dan pesan terkait keselamatan berlalu lintas bisa diterima masyarakat karena itu sangat penting,” tambahnya.
Ia juga berharap jika kompetisi ini kembali digelar, panitia dapat melakukan evaluasi terkait jadwal pertandingan yang dinilai terlalu padat.
“Sore main, malam main lagi. Pemain jadi tidak punya waktu istirahat. Final kemarin saya bilang ke pemain, siapa yang kuat silakan main. Kita tidak boleh memaksakan, karena keselamatan tetap kita utamakan,” tutupnya.
Laporan Tim Redaksi

